Alaric Jahan

1127 Words

********* di kantor Tristan menyerahkan map itu ke meja David dengan gerakan profesional. "Semua sudah beres, Pak. Saya langsung ambil sesuai instruksi," katanya singkat. David mengambil map tersebut, membukanya sekilas, lalu mengangguk tanpa melihat Tristan. "Bagus." Tristan ragu-ragu sejenak. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan, tapi ia tidak yakin apakah pantas menyinggungnya. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut, David sudah lebih dulu bertanya. "Apakah pembantu saya ada di rumah dan membukakan pintu dengan cepat?" Tristan mengerjap, mencoba mengingat perempuan berhijab yang ia temui tadi. Rurayya, kalau tidak salah namanya. "Iya, Pak. Dia langsung membukakan pintu. Walaupun kelihatannya agak kaku," jawabnya jujur. David mengangguk kecil, seperti puas dengan jawaban itu. "Saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD