BAB 32

2000 Words

Lalu lalang manusia menjadi hal yang cukup aneh sekarang, sudah biasa tinggal di tempat yang tenang membuat Rengga malas berhadapan dengan banyak orang. Sengaja, lagu klasik jaman dulu menjadi teman. Dengan menggunakan earphone baru miliknya yang dipasangkan di telinga. Beberapa kali Rengga menatap jam tangannya. Hari masih pagi dan masih cukup untuk pulang dengan menggunakan motor yang dipinjam dari kepala desa. Calista masih sibuk dengan ponsel, mengecek pekerjannya mungkin. Rengga tidak terlalu tertarik dengan hal itu, maka memilih untuk tetap menikmati lagunya tanpa terganggu dengan orang-orang yang berlalu lalang dengan menenteng atau menggeret koper masing-masing. Bandara ini adalah tempat pertama yang dia pijaki di Kalimantan ini. Rengga sering keluar kota bahkan keluar negeri, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD