gaby duduk ditepi ranjangnya itu. Selepas dia pulang dari kampus, dia menunduk dan memijat kepalanya yan tak sakit. Tetapi banyak beban yang tengah dia pikul untuk sekarang, karena masalahnya bukan Cuma satu, tetapi ada 3 macam yang diamana semuannya adalah hal yang tak dia inginkan. Dia menyesal sudah memarahi Nando yang tak bersalah, dia melampiaskan semuanya kepada temannya tersebut. Dia menghela nafas berat, dan meuhat walpaper handphonenya yang berlatarkan foto dirinya bersama dengan ktiga teman yang paling akrab dengan dia, “kenapa sih loe bisa sebodoh ini, kenapa loe malapiakan kepada orang yang nggak tau apa- apa, padahal itukan salah loe sendiri,” gumam Gaby yang tersenyum kecut dan menatap kosong kelangit kamarnya itu. Hanya diam yang bisa dia lakukan, bahkan suara kipas saja s

