Awal Kisah

1067 Words
Saat ini adalah hari yang menyebalkan bagi Geby bagaimana tidak, hari pertamanya masuk kuliah dia disuguhkan dengan banyak tugas yang tak terbendung, belum lagi di kelasnya sudah panas tapi tak ada AC sama sekali. Sementara teman yang disebelahnya tersebut malah asik vc dengan mesra. Membuat Gebby semakin ingin muntah dan mengeluarkan segala jenis unek- unek yang ada di hatinya. Gaby melirik jam tangan yang melingkar manis di tangannya tersebut. “Feb, aku mau ke kantin, kau mau ikut nggak?” tanya Cleo kepada Febi yang sejak tadi melihat temannya yang Bernama Vera tersebut vc dengan bucin tingkat dewanya tersebut. Karena merasa iri atau apapun itu. Mau tak mau Febi menerima ajakan dari sahabatnya tersebut. Ketika Gaby dan Febby sampai di lorong ujung kelas. Dan mendekati kantin. Gaby merasakan ada suara orang yang tampak berantem. Keknya sih dilihat dari suara mereka berantem itu masalah percintaan yang dialami anak muda. Karena Gaby merupakan orang kepo dia mencari sumber suara dan bersembunyi di belakang dinding untuk menguping pertengkaran dua orang sejoli tersebut. “Jawab jujur!” teriak Wanita yang tengah dilihat Gaby tersebut secara bersembunyi- sembunyi, gadis tersebut memegang lengan tangan cowoknya dan mengguncang guncang tubuh pacarnya tersebut untuk menerima jawaban itu, “Aku nggak suka perasaan aku dipermainkan, hiks, hiks, hiks,” cowoknya memeluk gadis tersebut. Sementara itu Wanita menggebuki bahu kekasihnya tersebut. “Itu, bukannya Gali. Tu orang kenapa lagi yah?” tanya Gaby. Ya dia mengenal cowok yang memeluk Wanita tersebut. Karena apa? Karena mereka sudah lama temenan, bahkan para temannya Gali juga banyak yang setuju jika Gaby dan Gali pacaran. “Kamu lihat apa sih?” tanya Febi yang membuat Gaby terkejut, bahkan saking kagetnya Gaby melompat dan memegang jantungnya. Berharap jantungnya masih stay dan tak lari kemana- mana. Sedangkan Feby malah ketawa karena melihat cara Gaby ketawa tadi. “Kamu kenapa sih gitu? Kamu takut?” Gaby tak menanggapi pertanyaan sahabatnya tersebut. Dia memilih pergi dan meninggalkan Febi yang tadi melihat bucinan orang tersebut. Sesampai di kantin mereka, memesan satu mangkok bakso pedas buat Febi dan yang nggak pedas buat Gaby. “Pantesan nggak ada di kelas ternyata disini rupanya,” Gaby menoleh kebelakang, ternyata Galileo sudah ada disana, Gaby tak menjawab omongan dari temannya tersebut, hanya memutar bola mata malas, lalu Kembali fokus dengan makanan yang berada disana, “Ini bakso yang paling enak dari semua bakso yang ada di kantin kampus loh,” mengaduk bakso tersebut supaya rasanya bisa menyatu dengan sempurna. Tanpa melirik Leo atau mengajak Leo mengobrol seperti biasanya, Febi heran dengan cara Gaby memperlakukan temannya tersebut. Karena biasanya dua orang ini akan mencari kerusuhan dan menambah pekerjaannya tersebut. Tetapi kali ini beda. Namun dia tak may bertanya, karena mereka butuh yang Namanya privasi bukan? Leo mengeluarkan sebatang rokoknya tersebut, dan menghisapnya seperti orang yang sedang stress. Kemudian kepulan asap yang dikeluarkan rokoknya tersebut melayang di udara. Dan mengenai udara yang dihirup oleh Gaby. “Kamu bisa nggak sih, nggak bikin rusuh. Satu kali ini aja,” gadis tersebut berbicara dengan kesal seraya menatap wajah sahabatnya tersebut. Namun bukan Galileo Namanya jika langsung minta maaf. Pasti ada- ada aja yang dibuatnya untuk membuat Gaby semakin arah kepada dia, seperti sekarang. Walaupun dia tau temannya marah, dia tak peduli bahkan dengan santainya dia memakan bakso Gaby. Gaby menarik nafas Panjang- Panjang, dan tersenyum kepada Galileo, “sebenarnya mau lo itu apa?” Gaby yang sudah kehabisan kesabaran. “Gab, kamu kenapa?” “Pms lo? Orang gue Cuma makan dikit doang, langsung dimarah- marahi,” Leo tak terima jika Gaby bersikap begitu kepada dirinya tersebut. Harga dirinya langsung diajak- ajak jika ada gadis yang berbuat begitu kepada dia. gaby yang sudah muak dengan semua tingkah Leo, pergi meninggalkan pria tersebut, dan mengajak Febi. “Gab, kamu kenapa?” Febi tau jika isi hati sahabatnya ini tak baik- baik saja, Gaby hanya diam dan tersenyum seraya menggelengkan kepala sebagai jawaban bahwa dia baik- baik saja. “Hmmmm, aku pergi sebentar dulu ya Feb. aku ada urusan bentar. Kamu ke kelas duluan ya,” Febi tersenyum dan menganggukkan kepala, serta melepaskan tangannya dari pegangan sahabatnya tersebut kemudian Gaby pergi dengan berlari kecil. Sementara itu, Galileo yang harus membayar dua bakso yang dimakan kedua gadis tadi. dan hal yang paling sering dia lakukan adalah mengelus dadanya, “Bukan aku yang makan tapi, aku yang harus bayar,” gumamnya. Karena merasa sayang dengan makanan tersebut, dia menghabiskan bakso bekas Gaby makan. Ya hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh Gaby dan Leo, dimana memakan bekas makanan dari sahabatnya tersebut. Tak ada rasa jijik atau apapun itu. Gaby dan Galileo sudah lama berteman, mungkin dari 5 tahun yang lalu, mereka pertama kali ketemu waktu SMA kelas X dimana sama- sama mengambil jurusan IPA. Saat itu tempat duduk mereka diacak dan membuat mereka sebangku dan menjadi akrab satu sama lain. Hingga sampai ke perguruan tinggi. Yang dimana Galileo atau yang biasa dipanggil dengan Leo tersebut mengambil jurusan hukum, sementara Gaby mengambil jurusan Pendidikan biologi. Walaupun mereka beda fakultas. Namun mereka tetap akrab. Bahkan Leo sering bermain ke fakultas Gaby. Yang membuat dirinya banyak disukai kaum hawa, ya bisa dikatakan anak Pendidikan kebanyakan cowo dan rata rata cowok yang ada disitu adalah kaum ambis atau nggak bisa mengubah gaya penampilan. Berbeda dengan Leo yang tampilan outfitnya yang casual nan kece walaupun serba hitam. Membuat dia banyak digandrungi kaum Wanita. Nggak heran jika Leo memiliki banyak pacar, dia merasa kalau cinta itu butuh untuk dinikmati. Berbeda dengan Gaby yang hanya menganggap bahwa cinta atau pacaran seperti itu hanya akan membuang buang waktu saja, nggak ada gunanya melakukan hal tersebut. Namun walaupun mereka kadang beda pendapat, sering berantem dan lain sebagainya. mereka berdua selalu ada saat salah satu dari antara mereka mengalami yang Namanya musibah. Ketika enak- enaknya makan, tiba- tiba Gaby datang dan menarik rambut Leo yang lumayan Panjang untuk kaum pria, “Aduuuuuuhhh! Sakit bangat tau bangke,” Leo meringis kesakitan, karena habis dijambak oleh teman perempuan satu- satunya tersebut. “Sampai kapan sih lo menghosting anak orang?” Galileo tak mau menjawab, dia sudah hafal dengan sahabatnya yang satu ini. jika sekarang menjawab. Maka bisa dipastikan, bahwa seorang Gaby akan menjadi penceramah yang handal buat Galileo. Saking seringnya berceramah, Galileo sampai hafal apa saja kata- kata yang sering diucapkan sahabatnya tersebut. “Loe, datang Cuma nanya itu doang? Tadi kek sok ngambek, eh sekarang mau jadi penceramah dadakan. Lo itu apa sih?” Gaby hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD