Bab 54 "Indira, bangunlah, Indi … Mas datang untuk menemuimu." "Indira …." "Indira … bangun dan bicaralah." …. Suara itu seperti bisikan di telingaku. Aku merasa tengah bermimpi tapi seperti merasakan kenyataan disaat bersamaan. Entahlah, rasanya seperti dejavu. Ada suara seseorang disertai guncangan yang menyuruhku untuk terjaga dan membuka mata, tapi ternyata aku tidak bisa melakukannya, seakan-akan tubuhku terkunci rapat dan terus memejamkan mata bahkan untuk mengintip dari ujung mata, sedikit pun tidak mampu. Aku mendengar seperti suara yang sangat familiar di telingaku, tapi entah kenapa aku tidak bisa menyahutnya apalagi membalas ucapannya walaupun aku sudah mencoba. Lalu kesadaranku kembali menghilang dan aku tidak mengingat segalanya. Tapi lagi dan lagi suara itu seakan meny

