Bab 56 Bisa kudengar dengan jelas saat pintu dibuka secara perlahan, lalu langkah kaki itu terasa semakin mendekat ke arahku. Dan berhenti begitu saja saat aku menajamkan pendengaran. Dari tempatku tidur, dapat kurasakan kalau orang itu seperti menarik nafas kasar dengan nafas seperti menderu. Mata batinku mengira orang itu tengah berdiri sambil memandang ke arahku. Entah kenapa aku yakin akan hal itu. "Kamu akan segera mati Indira, dan aku akan segera membalaskan dendamku padamu." Suara itu terasa seperti bisikan di telingaku, namun membuat jantungku langsung berdetak lebih cepat. Suara itu, meskipun tidak aku tahu pasti siapa pemiliknya, namun jelas orang itu berniat untuk melenyapkanku. Oh Tuhan, kenapa rasanya aku sangat takut sekali saat ini, seolah-olah bayangan kematian teng

