Bab 58 "Bu Indira, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Aku menatap lelaki yang berdiri di hadapanku yang tampak rapi dengan setelan jas yang dikenakannya. Bisa ditebak kalau dia sepertinya baru pulang kerja. Eh, tapi ini kan masih siang dan jam kantor belum usai. Kulihat wajahnya sedikit terkejut ketika melihatku duduk di kursi roda dengan tangan dan kaki terbalut perban, tak lupa kepalaku yang masih dililit kain kasa. "Saya lumayan cukup baik, seperti yang Anda lihat saat ini," ujarku sambil memasang senyum ramah. "Apa yang terjadi denganmu, Bu Indira? Kenapa bisa sampai seperti ini. Pantas saja beberapa kali saya mampir ke toko, ternyata Anda selalu tidak ada dan ketika saya menanyakan kepada pegawaimu, tidak ada yang mengatakan apapun. Tak saya sangka ternyata Anda tengah sak

