Bab 62

1072 Words

Bab 62 "Ayo dimakan lagi kuenya, kamu pergi sampai buat Amara sedih, lho." Aku tersenyum canggung pada lelaki yang duduk santai di sampingku dengan tatapan ke depan. Aku mengangguk kaku. Perasaan hormat yang tadi sempat terpatri di hatiku seketika berganti dengan rasa lain, canggung dan tak menyangka karena terkejut atas perlakuannya tadi yang meraih paksa ponselku dan langsung bicara pada Yuda. Hal yang tak pernah kulakukan seumur hidupku, bahkan ketika menikah dengan Mas Agung. Itu hal yang tak sopan menurutku apalagi kami tak kenal dekat. Di samping kananku ada Amara yang bergelayut manja dan sesekali menyandarkan kepalanya di lenganku. kuusap rambut panjangnya yang dikepang ala Anna dalam serial frozen. "Tante Indira akan sering datang berkunjung dan menemuiku, kan?" Kulihat bina

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD