Andreas memandangi meja makan dan tersenyum melihat sarapan Clara yang telah bersih tidak bersisa. Wanita itu tidak peduli dengan apa yang dimakan dan siapa yang menyiapkan. Itu membuat Andreas bahagia, seakan apa yang dilakukannya di pagi hari tidak sia-sia dan dihargai oleh Clara. “Aku tidak pernah mencuci piring.” Andreas memindahkan piring kotor ke wastapel dan menatapnya. “Hm.” Andreas ingin mengambil sabun dan tangannya ditahan Clara. “Tidak usah dicuci.” Clara menarik Andreas keluar dari dapur. “Aku baru akan belajar mencuci piring.” Andreas tersenyum melihat tangan Clara yang memegangi pergelangannya. “Aku akan mengantarkan kamu pulang,” ucap Clara yang sudah mengenakan jaket jeans berwarna biru langit. “Aku akan pulang jika kamu mau mampir ke rumahku,” uca

