Rumit Semuanya

986 Words

Kedatangan Alvin membuat Arga tak bisa bicara dengan Molly malam itu. Padahal banyak yang ingin ia tanyakan dan katakan, begitupula dengan Molly. Seperti yang dikatakan semalam oleh Alvin, bahwa untuk menjadi anggota eskul seni harus dapat memberikan karya sesuai bidang yang ingin ditekuni. Molly pusing memikirkan lukisan apa yang ingin dia tuangkan ke dalam kanvas. Yang terlintas dipikirkannya hanya ada Arga. Ia tak mengelak bahwa dirinya rindu akan sosok pria yang telah menjadi mahasiswa itu. Masa pubernya belum selesai sepertinya. ''Kenapa senyum-senyum sendiri?'' tanya Lolita memegang bungkusan berisi keripik kentang. Molly menggeleng lalu memasukkan tangannya dalam bungkusan yang dipegang Lolita. ''Tidak apa-apa,'' jawab Molly. ''Oh ya tadi aku ketemu sama Alvin, dia meminta foto

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD