Kertas berserakan di mana-mana, dengan kaki bersilah Molly menulis di atas benda putih itu dengan pensil lalu membaca berulang-ulang tulisannya sendiri dan berakhir pada tempat sampah plastik dekat pintu kamarnya untuk kesekian kalinya. Sudah beberapa puisi dia coba buat, bahkan dengan percaya diri meminta Azka untuk membaca dan menilainya. Tetapi bahkan kakak laki-lakinya yang tidak begitu mengerti sastra bisa memberikan penilaian bahwa puisinya masih perlu perbaikan. Molly pikir dengan sedikit ketenangan, kenangan dan rasa maka puisi akan tercipta. Ia ingat ketika sedih maka akan langsung menulis semacam rangkaian kata di sosial medianya. Ketenangan dan kenangan bisa ia peroleh, namun rasa mungkin sedang tidak bersama dirinya sekarang. Hari ini. Pentas seni akan diadakan seminggu setel

