Jangan lupa malam ini jam 7 ketemu di pasar malam. Aku menghembuskan napas pelan ketika selesai mengirimkan pesan singkat itu kepada Oliv dan Mario. Misiku akan dimulai sekarang sebelum terlambat. Malam ini, aku akan mempersatukan mereka lagi. Ya, Oliv dan Mario. Dua orang yang memang sudah bersama sejak lama. Dan aku sangat yakin, itu memang takdir mereka. Ketika berpikir begini, sebetulnya ada luka yang tak perlu mereka tahu bahwa ia ada. Ya, di sudut hati terdalam. Pelan-pelan merobek hingga sampai di titik tersakitnya. Aku hanya ingin membahagiakan seseorang ketika ia sedih. Dan saat senyumnya telah kembali lagi lalu dia tidak mengingat adanya kehadiranku, tidak apa. Aku akan pergi. "Sha?" Suara Satria terdengar kencang dari balik pintu kamarku yang tertutup. Aku bergegas membuka

