Hana memandang pintu ruang tunggu yang baru saja tertutup. Lalu pandangannya kembali tertunduk. Ada perasaan yang entah harus digambarkan seperti apa. Ia bukan tidak tahu hubungan antara Aryan dan Grace di masa lalu. Namun yang mengejutkan baginya adalah tentang amanah yang diucapkan oleh almarhumah. “Almarhumah Mbak Aisyah mau saya yang gantikan posisinya.” Di tengah perasaan yang berkecamuk, tak lama seseorang datang mengejutkan. “Congratulations for your wedding, Nyonya Kartawijaya.” Hana mendongak, lalu sekejap membeliak. “K-ka-mu?” Tenggorokan Hana terasa tercekat. Tanpa sadar ia beranjak dari duduk ketika melihat sosok pria yang pernah menerobos masuk ke dalam unitnya. “Mau apa kamu?” tanya Hana dengan lantang. Sorot matanya menjadi tajam meski tersirat ketakutan. Entah na

