Kamu Kuat, Hana!

1270 Words

Tangan Hana bergetar ketika suara pekikan itu memenuhi penjuru ruang. Ia tak tahu apa yang terjadi. Apa yang merasuki Axel hingga benar-benar tak ingin melihat wajahnya. Sama sekali! “Mas …,” lirih Hana dengan tenggorokan tercekat. “Cepat tanda tangan!” pekik Axel. Pria itu menoleh secepat kilat hingga membuat Hana tersentak. “Saya sudah ungkap semua foto-foto ini ke Bunda, jadi kamu ga perlu khawatir tentang perceraian kita.” Kali ini ucapan Axel terdengar melemah, namun dilihat dari urat yang muncul di pelipisnya, menandakan bahwa pria itu menyimpan kebencian terhadap Hana. “Apa?” Hana mengepalkan jemari di atas pangkuan. Sekuat apapun ia bertahan, pengorbanannya tak pernah diindahkan. Hana putus asa. Ia begitu tersiksa. Andai waktu bisa diulang, ia tak pernah ingin menginjak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD