Santorini

1378 Words

Jakarta, satu hari yang lalu. Hana dan Aryan bergeming hebat di hadapan putrinya. Hari ini, mereka berdua hendak meminta izin untuk pergi berbulan madu dengan Humaira—namun wajah gadis cilik itu langsung memberengut tak suka. “Sayang, Bunda sama Ayah ga lama kok.” Hana yang sudah berlutut di hadapan sang putri, mencoba meyakinkan sekali lagi. Sementara Aryan tak ingin ikut campur. Biarlah jadi urusan Hana dan Humaira. Aryan mengamati dari jarak yang sedikit jauh serta di sisinya Habibah ikut mengamati bagaimana cara Hana menaklukan hati sang cucu. “Humaira ingat ‘kan mau liburan kemana saat akhir semester nanti?” Humaira kembali teringat keinginannya untuk glamping bersama sang ibu dan ayahnya. Sorot mata Humaira mulai berbinar. Ia mengendurkan tangan yang tengah bersedekap di dep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD