Ken Kenyang setelah menghabiskan makanan dalam jumlah super banyak, aku kemudian menyadarkan tubuhku sesaat ke kursi. “Thanks ya Avaric,” ucapku pada sosok yang sudah membantuku menemukan alasan untuk tetap kuat menghadapi waktu ke depan. “For what? Hahaha ....” tawa Avaric memenuhi restoran ini kemudian. “Karena lo, gue jadi sadar kalau gue butuh tenaga karena ada yang harus gue lindungin,” ucapku menjelaskan alasan berterima kasih padanya. “No need Bro. Gue ngerti kondisi lo saat ini, gue juga pernah berada di posisi Sashi nggak mau ketemu sama gue dan penyebabnya adalah gue sendiri. Saat itu gue terlambat sadar lagi kalau gue yang salah. Jadinya gue egois dan milih jalanan hidup gue sesuka gue, sampai akhirnya gue sadar kalau yang gue butuh ya Sashi dan Sashi pun hanya butuh gue,”

