BAB 56. Calon Ibu Mertua

2178 Words

Hari masih sangat pagi. Di sebuah kamar tidur bercat biru muda, jam beker di atas nakas baru menunjukkan pukul setengah enam. Tak seperti pagi hari biasanya yang selalu damai dan tenang, hari ini tidak. Ia seperti terserang badai. Baru akan mengubah posisi tengkurapny, punggung Danny sudah serasa samsak yang di tendang-tendang oleh dua pasang kaki kecil yang alih-alih membuatnya pegal melainkan ada sensasi geli. Lalu untuk beberapa saat kemudian, ia merasakan punggungnya diduduki oleh dua kurcaciㅡpemilik kaki-kaki kecil tadiㅡyang berisik itu. Sesaat kemudian beban itu hilang digantikan oleh teriakan di dekat telinga. "Uncle Dan! Bangun!" Kurang lebih sperti itu hingga telinga Danny panas. Danny mendengar entah berapa kali kedua keponakannya itu memanggil-manggil namanya. Namun, Danny s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD