Aku memantapkan keyakinanku untuk benar-benar melakukannya hari ini. Berjalan mondar-mandir juga nggak ada gunanya. Melampiaskan semua rasa cemasku ke Cia juga nggak ada gunanya. Sudah seminggu aku memikirkannya dengan benar, matang dan benar-benar mempertimbangkan semuanya. Semuanya berawal sejak 3 minggu yang lalu. Moment aku mulai dekat dengan Lily. Tak dapat kupungkiri jika perhatianku ke Cia dan Lily berbeda 180°. Entah memang Cia pekanya tingkat presiden atau aku yang nggak pandai menyembunyikan perasaan, dia bisa mengetahuinya tanpa harus kuceritakan panjang lebar. Kami berdebat 3 hari karena aku yang terus berdusta dengan perasaanku sendiri dan Cia yang terus ngotot mengatakan kenyataan. Awalnya aku mengira ini hanya perasaan sayang ke seorang adik. Sama seperti aku memperlakukan

