Terlalu Sexy

827 Words
Ivander kini tengah sampe di depan gerbang rumah milik kekasihnya... "Sayang...aku udah di depan rumah kamu ni..." *send* pesan kirim ke nomer handphone kekasihnya. Sedangkan di dalam rumah,di dalam kamar yang bernuansa warna ungu seorang gadis tengah melihat penampilannya di depan cermin. memutar-mutar badan dan mengecek apakah penampilannya sudah perfeck. Ketika sedang berputar,handponenya yamg di ataa nakaspun berbunyi. Thea langsung menyambar hp dan membaca pesan masuk ke nomernya itu. Sambil tersenyum Thea kemudian langsung membalas pesan yang masuk itu. "Baiklah...aku akan segera keluar Sayang...."*Send* Thea pun akhirnya menyambar tas slempang kecil yang ada di meja kemudian berjalan keluar untuk menemuai kekasihnya yang telah menungguinya di luar rumahnya itu. Karena hari ini adalah hari minggu,kedua Orang tuanya kini sedang menghadiri acara jamuan dengan teman-teman mereka dan untuk Ayanna sang adik, jangan di tanya lagi,karena kalo hari minggu Ayanna justru selalu menyempatkan waktu ke toko bunganya,karena toko bunganya justru paling rame ramenya di saat weekand begini. "Mbok..aku pergi dulu ya. nanti jika papa sama mama tanya,bilangin aja keluar sebentar sama pacar Thea." Pamit Thea ke asisten rumah tangganya,setelah kini ia sampai di lantai bawah dan menjumpai sang asisten rumah tangganya itu. kemudian di balas Iya dan anggukan dari Mbok nipah sang asisten rumah tangganya. Sepeninggal Thea,Mbok nipah terheran dan sempat geleng geleng kepala. bagaimana tidak heran kalau di lihat dari penampialn Non Thea dan Non Yanna kedua anak majikannya yang memang selalu jauh sekali berbeda. Thea dengan baju-baju seksinya dan wajahnya juga selalu full make up,sedangkan Yanna dengan baju yang jauh lebih santun dan lebih enak di pandang daripada kakaknya,Yanna juga jarang sekali terlihat memakai make up,bahkan mungkin tidak pernah. Tapi biar bagaimanapun Mbok Nipah patut beruntung dan bersyukur,karena kedua anak majikannya itu sama sama memiliki sifat dan berhati baik. Ya walaupun kadang-kadang Thea banyakan judesnya ketimbang baiknya. Mbok Nipah geleng kepala,lalu meneruskan pekerjaannya menyetrika baju di belakang. ANTHEA UMAIZA GILBERT  Setelah Anthea Sampai di gerbang...satpam rumahnya langsung membukakan gerbang dan mempersilahkan sang nona keluar gerbang,setelah di pastikan sang nona mudanya sudah di luar kemudian satpam itu lalu menutup gerbangnya lagi. Pak Yanto juga sempat geleng-geleng kepala dan berucap, "Astagfirullah..." "Non Thea,badan kok di perlihatkan banyak orang begitu.apalagi gratisan,kan sayang nanti suaminya punya istri begitu." Setelah berucap yanto masuk lagi ke ruangannya,samping gerbang. Ya...nama satpam itu adalah Yanto. Anthea pun langsung mwnuju mobil sanh kekasih,membuka pinru di aamping kemudi kemudian masuk mobil kekasihnya itu. "Sayang...kamu kok pake bajunya kurang bahan begini sih.kan ini bukan mau ke pesta." Omelan Ivan langsung kepada kekasihnya itu "Apaan ini kan keren sayang,tren model anak muda jaman sekarang.udah ayo kita jalan." Desis Thea karena merasa sebal,bukannya memuji kecantikannya,tapi sang kekasih malah membahas baju yang ia kenakan. "Tapi sayang,kita mau ke tempat ramai masa kamu gak malu pakai baju beginian,mana bagian pundaknya kelihat semua,nanti mata laki laki pada m***m lihatin kamu." Ivan kembali berucap Thea langsung memanyunkan bibir merasa tidak suka "Kan ada kamu yang jagain aku kan Sayang.pokoknya udah jangan di bahas lagi Ok.Ayo buruan berangkat,aq udh ga sabar mau nonton film sama kamu." Jawaban Anthea yang tak ingin di protes lagi kemudian dengan berat hati Ivan menuruti permintaan kekasihnya itu walaupun merasa agak kurang puas,dan kemudian Ivan menjalankan mobil pergi menuju ke bioskop yang berada di gedung Mall. Di pertengahan jalan,Ivan baru teringat kalo dia tadi membeli bunga buat Thea. kemudian Ivan menengok ke jok belakang mobilnya dan mengambil bunga itu. "Maaf sayang...aku tadi beliin bunga buat kamu,tapi gara gara penampilan kamu yang pakai baju kurang bahan ini aku jadi lupa ngasih bunganya." Kata Ivan kepada sang kekasih yang duduk di sebelahnya,sambil memberikan bunga yang di belikannya tadi. Thea yang mendapat bunga itupun langsung tersenyum dan memberikan kecupan sekilas di bibir Ivan. Ivan yang tak siappun hanya melotot dan melanjutkan kemudinya,Karena tak tau harus bagaimana menanggapi sikap agresif sang kekasih. "Ma...Mama sama papa pulang jam berapa?" *Send* Setelah keadaan di toko tidak terlalu ramai lagi,sore itu Ayanna sudah merasa jenuh fan ingin segera pulsng ke rumahnya,makanya dia mengirim pesan pada sang mama. Yanna mengirim pesan ke mamanya,dia ingin pulang dari toko tapi dia merasa sepi jika di rumah tidak ada teman.yang ada hanya asisten rumah tangganya dan satpam.pak diman sebagai sopir keluarganya pun kalo minggu juga di libur kan.kasian biar ada waktu buat keluarganya. 15 menit kemudian telepon Yanna berdering..Yanna melihat bahwa panggilan itu dari mamanya kemudian dia mengangkatnya. Ayanna : "Hallo Assalamu'alaikum Ma,.." Mama Wenda : "Waalaikum salam sayang,gimana pekerjaan kamu di toko hari ini?" Ayanna : "lumayan rame mam tadi,cuman ini udah ga terlalu rame seperti tadi.makanya aku telepon.kalo mama sama papa acaranya udah selesai Yanna juga mau pula." Mama Wenda ; "Iya sayang,mungkin 1 jaman lagi mama sama papa udah di rumah." Ayanna : "Ya sudah ma,nanti kabari Yanna kalo udah sampai di rumah ya.ini yana mau cek ke depan lagi.nanti mama sama papa pulangnya hati hati ya.bye ma..Assalamualaikum." Mama Wenda : "Waalaikum salam,kamu juga hati hati sayang pulangnya." Akhirnya mereka mengakhiri panggilan itu,dan Ayanna kembali ke pekerjaannya.mengecek kembali sebelum dirinya memutuskan untuk pulang,sembari menunggu sang mama mengasih kabar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD