Sebuah Rasa Penasaran Yang sedikit Demi Sedikit Terungkap.

18010 Words
Beberapa saat kemudian Shu menjalankan kendaraan ini dengan sangat pelan, lalu kami lihat Shu membawa kami ke sebuah tempat yang melewati jalan yang sempit, di pinggir kendaraan kamu terlihat hanya pepohonan yang tinggi, tak ada jalan, dan bangunan tinggi terlihat sepanjang jalan ini. Tiba-tiba Shu menghentikan laju kendaraan ini, di sebuah rumah dimana rumah ini di kelilingi oleh banyak pohon, memang rumah ini memiliki pekarangan, dan halaman yang luas tapi begitu dipenuhi pepohonan yang menjulang tinggi. " Baiklah kita sudah sampai, ayo semuanya keluar dari kendaraan kita akan masuk ke dalam tempat terbaik untuk kita saat ini,"ujar Shu. " Wow, guru ini menakjubkan, darimana kau tahu tempat ini?"tanya Mass saat itu. " Kau pikir saat aku pergi dari perguruan kemana aku pergi? menjadi pengemis di pinggir jalan? ayo lah kita masuk saja dulu ke dalam, nanti saja saat sudah di dalam kita bicarakan, udara malam disini sangat dingin, tak baik untuk kesehatan,"sedikit bergurau Shu bicara seperti itu. " Ya kau benar guru, udara disini sangat dingin apa lagi ini sudah menjelang larut malam. Nina kau tak apa-apa, ayo kita cepat masuk ke dalam,"dengan memeluk dirinya sendiri Misy bicara, dan mengajak Nina masuk saat itu. " Ya Misy, ayo. Aku baik-baik saja,"dengan kondisi kedinginan Nina pun menjawab. " Ya tentu cepat kita masuk. Misy, Nina kau bantu aku dengan membawa barang-barang ini. Biar aku yang akan membantu Mass masuk ke dalam. Ini kunci pintu tersebut,"ujar Shu yang menggandeng Mass membantunya berjalan masuk ke rumah. " Ya baik guru, ayo Nina,"jawab Misy. Mereka pun secepatnya masuk ke dalam rumah tersebut. Nina yang saat itu masuk ke dalam sana, dengan entah apa yang Nina pikirkan saat itu, memandang mengelilingi ruangan yang baru Nina lihat. Seperti orang yang sudah tahu bagian dari rumah itu, Nina tiba-tiba memasuki sebuah ruangan.Kami pun kaget sehingga Misy saat itu menjatuhkan barang-barang yang di bawa, dan langsung berlari menghampiri Nina yang saat itu tiba-tiba dengan cepat memasuki sebuah ruangan. " Mass kau duduk dulu disini, aku akan," " Tidak guru, maaf aku merepotkan mu tapi aku ingin ikut melihat kemana Nina pergi,"memotong pembicaraan Shu, Mass bicara seperti itu. " Baiklah Mass, ayo aku bantu kau berjalan,"jawab Shu. Dengan kondisi yang sudah membaik Mass sudah dapat melangkah kan kakinya, sedikit demi sedikit. Sampai Shu, dan Mass masuk ke ruangan kemana Misy masuk, terlihat jika Nina saat itu sudah terduduk dengan perapian yang sudah menyala, di temani dengan Misy yang saat itu duduk di sebelah Nina mengelus bahu Nina, seperti sedang menenangkan Nina. " Nina kemana kau pergi tadi?"tanya Mass. " Dia sepertinya tak kemana-mana Mass hanya masuk ke ruang tengah yang memiliki perapian ini dsn menyalakan nya,"jawab Shu dengan yakin. " Ya Mass, apa yang guru katakan benar. Saat aku tadi mengikuti Nina, dia hanya menyalakan perapian ini tanpa pergi ke ruangan lain?"jawab Misy, yang saat itu melihat Nina, sampai sekarang menemani nya. " Oh ya tentu, tapi apa yang membuat mu langsung lari ke ruang perapian ini, dan tahu jika," " Cukup Mass, mungkin Nina kedinginan sehingga Nina langsung menyalakan perapian kan Mass?"memotong pembicaraan Mass Shu bicara seperti itu. " Oh ya Mass, kau lebih baik duduk, ayo aku bantu. Guru terima kasih biarkan aku saja yang membantu Mass sekarang,"ujar Misy, dengan menggantikan Shu menggandeng Mass saat itu. " Ya baiklah, Misy dudukkan saja Mass disini dulu, tunggu sebentar nanti kita akan bersama-sama memilih ruangan untuk kita beristirahat. untuk sementara ini kita berbincang saja dulu disini,"ujar Shu saat itu. " Ya tentu Shu, terima kasih,"jawab Misy. Shu langsung saja pergi mengambil barang-barang yang tadi sempat di simpan di ruang depan, karena kami mengejar Nina yang saat itu tiba-tiba langsung masuk ke ruang tengah. Beberapa saat kemudian Shu kembali berkumpul bersama kami, di ruang tengah tersebut menghangatkan bersama tubuh kami di dekat perapian tersebut. " Oh ya kalian belum minum kan, tunggu sebentar aku buatkan minuman hangat untuk kalian,"Nina bicara seperti itu dan langsung beranjak dari dekat perapian tersebut. Saat itu kami melihat Nina, yang seperti tanpa kebingungan langsung saja masuk ke ruang dapur, dengan tepat nya Nina benar memasuki dapur saat itu. " Guru, apa menurut mu ini tidak aneh?"tanya Mass. " Ya Mass, kau juga berfikir seperti itu?"jawab Shu dengan pertanyaan. " Ya guru, sepertinya bukan hanya Mass tapi aku juga merasa aneh dengan Nina yang seperti ini. Kalian merasa aneh dengan Nina, karena Nina yang baru pertama kali kemari, tapi Nina seperti sudah sangat tahu ruang-ruang di rumah ini? itu yang kalian pikir, iya kan?"Misy berkata seperti itu, bertanya apa yang mereka pikir aneh dari Nina. " Ya benar. Kau benar Misy itu yang sedang kami pikirkan, dengan apa yang di lakukan Nina saat ini,"Jawab Mass. " Ya kau ternyata merasakan nya juga Misy, tapi sepertinya kita lebih baik tak mengganggap aneh berlebihan, dengan perasaan kita yang seperti ini, tunggu saja sampai Nina bercerita tentang hal ini, atau nanti kita bisa sedikit demi sedikit mencoba bertanya kepada Nina tentang pengetahuan nya yang sangat baik mengenai rumah yang pertama di masuki nya, tapi seperti Nina yang sudah sangat tahu tentang ruangan-ruangan yang ada di dalam nya. Aku bertanya-tanya sendiri, apa Nina memiliki kemampuan lebih Mass? atau seperti apa, tapi sudahlah nanti saja kita bahas tentang ini Mass, untuk saat ini kita membahas hal yang lebih penting saja dulu. Karena ada hal yang lebih penting yang harus kita bahas sekarang Mass, Misy, kalian tahu tentang apa?"Shu lantas katakan tentang apa yang Shu pikirkan tentang perasaan aneh nya yang Shu rasakan ke Nina saat itu. Tapi saat itu Shu mengalihkan pembicaraan nya terlebih dahulu karena ada hal yang lebih penting untuk dibahas saat ini. " Yang pertama aku ingin mengatakan maaf kepada Misy, karena dengan terburu-buru, dan mungkin kau tak mengerti dengan itu Misy. Maaf sekarang aku akan mengatakan kenapa tadi aku terburu-buru mengajak kalian pergi, dan berkata jika kita dalam masalah. Tadi kita sudah bisa menemukan ponsel Misy, lalu saat aku lihat apa yang ada dalam ponsel Misy ternyata ponsel nya hanya berisi sebuah device, tak ada hal lain lagi,"ujar Mass seperti itu. " Iya Misy maafkan aku juga karena tadi aku tak menceritakan nya kepada mu, karena aku tak perlu banyak bertanya kepada Shu, jika Shu berkata seperti itu tak mungkin hanya bermain-main Misy maka dari itu aku langsung menyuruh mu, mempersiapkan semua barang yang kau perlukan untuk pergi saat itu juga. Device? apa maksud mu device guru? perangkat yang tersambung? lalu apa yang menjadi masalah dengan itu?"Mass lebih mengaskan alasan Shu yang yang berkata seperti itu, lalu Mass bertanya seperti itu. " Iya Mass, guru, tak apa-apa tenang saja. Aku percaya padamu, dan tentu saja aku juga percaya padamu guru,"jawab Misy seperti itu. " Terima kasih atas kepercayaan mu Misy. Ya Device Mass, kau tak mengerti? Misy bagaimana dengan mu, bisa kau mengerti tentang device yang aku maksudkan?"Tanya Shu seperti itu. " Device? oh ya aku sedikit mendapatkan ingatan guru, sebelum kita mencari langsung ponsel Nina, kita sempat membahas tentang GPS, untuk bisa melacak menggunakan GPS tentu saja, device, atau bisa disebut dengan kata ' perangkat ' yang kita miliki harus tersambung dengan ponsel Nina. Hanya ada sebuah device yang tersambung dalam ponsel Nina, maksud mu ponsel Misy hanya tersambung sebuah perangkat seseorang, dan seseorang itu adalah orang yang sengaja menyambungkan device, atau perangkat yang dia punya ke ponsel Nina tujuan nya agar bisa melacak ponsel Nina, sehingga seseorang tersebut bisa tahu kapan, dan dimana saja posisi Nina, dari ponsel Nina yang orang tersebut sambungkan perangkat nya dengan Nina. Maksud mu seperti itu guru?"Misy menjelaskan pemikiran tentang device yang Shu maksud kan. " Tepat sekali Misy, itu yang aku maksud kan. Singkat nya adalah ada orang yang sengaja selalu melacak keberadaan Nina dimana pun Nina berada dengan memanfaatkan ponsel Nina. Dan ada sebuah fakta yang aku temukan di ponsel Nina, saat aku mencoba melihat fitur lain di ponsel Nina tak ada satupun fitur yang bisa aku gunakan, simpel nya ponsel Nina di gunakan oleh orang itu hanya sebagai alat komunikasi yang selalu bisa orang tersebut lacak, atau bisa kita bilang ponsel Nina hanya di jadikan alat untuk memata-matai Nina saja. Menurut ku itulah alasan kenapa Soe, dan anak buah Soe tahu dimana keberadaan Nina, yang saat itu tinggal di rumah Misy, dan untuk orang yang memata-matai Nina, dengan selalu tersambung bersama perangkat Misy, belum aku kenal orang nya, tapi dugaan ku kuat mengarah ke tentu saja kalian juga tak akan jauh berfikir tentang siapa orang itu. Soe orang nya,"Shu menjelaskan dengan lebih rinci apa yang Shu pikirkan saat itu, sehingga Mass, dan Misy lebih mengerti, dengan hal itu, dan tentang orang yang melacak keberadaan Nina selama ini. " Oh maaf guru, aku tak terlalu konsentrasi tentang itu padahal tadi yang mencoba menggunakan GPS untuk melacak posisi Nina adalah aku, tapi aku begitu bodoh saat ini. Lalu apa yang kau lakukan dengan ponsel Nina sekarang? jika ponsel Nina sekarang masih saja Nina bawa kemari, tentu saja mereka akan bisa kembali mengetahui posisi kita, dengan melacak kita memakai ponsel Nina kembali,"ujar Mass saat itu. " Pertanyaan bagus Mass, tenang saja tadi saat kita menemukan ponsel Nina, memang dalam keadaan mati karena kehabisan baterai, kami langsung saja mengisi baterai ponsel Nina saat itu. Di awal kita pergi, Nina sudah mengaktifkan ponsel nya di tengah perjalanan, kau ingat tadi saat aku berhenti sejenak Mass? itu lah saat dimana aku menyuruh Nina untuk membuang ponsel nya, Nina membuang ponsel nya lalu aku langsung melanjutkan perjalanan kan tadi Mass, sehingga tentu saja ponsel Nina tak ada disini sekarang, tapi aku menjadi berhutang sebuah ponsel kepada Nina, oh tapi tenang saja aku tak memikirkan itu karena kau lah yang bertanggung jawab untuk mengganti ponsel Nina. Baiklah itu sudah cukup kan menjawab pertanyaan mu Mass?"Shu langsung saja berkata seperti itu menjawab pertanyaan Mass, lalu dengan nada sedikit bercanda Shu berkata sesuatu yang membuat Mass sedikit kaget. " Oh ya syukur lah jika seperti itu guru, jadi aku kira mereka tak akan mungkin menemukan kita, meskipun mereka bisa menemukan kita akan perlu waktu yang lama untuk mereka menemukan kita. Ya baiklah guru, jika seperti itu aku kira aku bisa sejenak kembali beristirahat memulihkan kondisi ku guru, tapi jujur saja kondisi ku sudah membaik, bahkan lebih dari 60% kondisi ku sudah sembuh guru hanya sedikit lagi aku bisa menghajar balik mereka semua guru. Ya tentu, tentu saja guru aku akan, apa? aku? mengganti ponsel Nina, tapi guru?" " Bagus Mass aku sudah tahu jika kau tak akan mengecewakan ku Mass, baiklah aku bilang kepada Nina jika kau akan pilih dalam 3 hari, atau paling lama 4 hari lagi Mass jadi saat itu Nina akan langsung mengajak mu untuk membelikan nya ponsel baru Mass,"memotong Mass yang sedang bicara Shu bicara seperti itu dengan cengengesan bergurau pada Mass. " Tapi gur," " Ahhhhhh,"dengan keras Nina berteriak histeris di dapur. Dengan sama kagetnya karena mendengar Nina yang berteriak histeris seperti itu, Shu, dan Misy langsung saja menghampiri Nina yang teriak histeris saat itu. " Nina, Nina ada apa?"langsung memegang Nina, dengan sangat kaget Shu bertanya. Tapi saat itu Shu sudah mendapati Nina yang tergeletak, setengah tidak sadarkan diri lalu pingsan saat itu. Shu langsung saja membawa Nina ke kamar yang ada di sana, tanpa berfikir Shu langsung saja menidurkan Nina, di kasur dalam kamar sana. " Misy tolong kau ambilkan air hangat, dan minyak angin. Semoga itu bisa membantu Nina agar cepat sadarkan diri,"ujar Shu saat itu. " Baik guru,"jawab Nina sambil keluar mengambil air hangat minyak yang kebetulan Misy bawa dalam tas nya. "Misy maaf bisa aku tahu kenapa Nina bisa tak sadarkan diri seperti itu?"dengan wajah yang masih kaget Mass bertanya seperti itu. " Aku belum tahu apa yang terjadi dengan Nina Mass, tunggu sebentar Mass aku harus mengantarkan air hangat, dan minyak ini terlebih dahulu kepada Shu untuk membantu agar bisa cepat sadarkan diri. Aku akan secepatnya kembali Mass,"ujar Misy sambil pergi menghampiri Shu yang sedang menemani Nina saat itu. " Ini guru,"Misy menyerahkan air, dan minyak tersebut. Shu langsung saja membuat Nina mencium minyak aroma terapi tersebut, lalu membersihkan muka Nina dengan lap dan air hangat tersebut. Tapi itu belum bisa membuat Nina kembali sadar dari keadaan nya yang tak sadarkan diri saat itu. " Sepertinya butuh waktu agar Nina kembali sadar Misy, apa lagi ini sudah akan larut malam, sebaiknya kita biarkan saja Nina tidur malam ini, dan kau pun sama harus beristirahat malam ini tidur lah Misy, kau bisa kan menemani Nina tidur disini?"Ujar Shu, dan bertanya seperti itu kepada Misy. " Oh ya guru, baiklah aku akan temani Nina disini,"jawab Misy saat itu dengan wajah yang seperti memikirkan sesuatu. " Ya baiklah. Tenang saja aku akan katakan kepada Mass jika aku berkata agar kau beristirahat sekarang, dan tentu saja agar kau menemani Nina yang tak sadarkan diri. Beristirahat lah Misy,"ucap Shu yang tersenyum sambil menutup pintu, dan pergi meninggalkan kami di kamar itu. " Mass beristirahat lah, kau menunggu Misy kemari kan? tak apa biarkan dia beristirahat, aku yang akan menceritakan kejadian tadi padamu Mass. Tak apa-apa kan?"ujar Shu yang saat itu menghampiri Mass, dan bertanya seperti itu kepada Mass. " Oh ya guru, tentu, tentu tak apa-apa, tak masalah. Lagi pula ini sudah larut malam Misy, dan Nina harus beristirahat,"jawab Mass kepada Shu yang saat itu Shu langsung saja duduk disana. " Ya kau benar, karena Misy ikut beristirahat aku yang akan menjawab apa hal yang menjadi pertanyaan mu Mass. Ku pasti ingin tahu kan apa yang terjadi dengan Nina? Nina tadi secara spontan berteriak, sehingga mengagetkan kita semua, kau masih ingin mengetahui alasan nya kenapa Mass?"ujar Shu, dan bertanya hal itu kepada Mass saat itu. " Ya guru, tentu saja, apa alasan Nina bisa seperti itu?"jawab Mass dengan bertanya. " Baiklah, jujur saja jika aku juga tak tahu kenapa Nina bisa spontan teriak seperti itu, karena saat tadi aku masuk ke dapur Nina sudah tergeletak sedikit tak sadarkan diri, lalu pingsan tak sadarkan diri. Aku tak sempat melihat ke sekitar, apa ada hal yang membuat Nina histeris seperti itu? jadi aku pikir sekarang saja aku akan melihat nya, kau tak keberatan kan disini sendirian? tenang saja disini tak ada hantu Mass, jika ada pun hantu itu tak akan mau memakan mu tenang saja Mass,"menjawab seperti itu, lalu Shu bercanda kepada Mass. " Oh ya tentu guru, jika ada aku akan mengatakan ada salah dari mu,"jawab Mass membalas candaan Shu. Shu saat itu langsung saja pergi ke dapur, melihat ke dalam mencoba mencari apa penyebab Nina berteriak seperti itu. Beberapa saat Shu berada di dapur mencoba melihat apa ada yang mencurigakan di dalam sana, atau tidak. Mass pun menunggu Shu disana, lalu beberapa saat Maas tunggu. " Ah Mass, Mass, tolong,"bicara sambil berlari menghampiri Mass, Shu seperti orang yang kesakitan. " Ah guru, guru ada apa? kenapa?"kaget Mass bertanya seperti itu kepada Shu yang saat itu terduduk, dengan wajah kaget. " Tak ada, aku hanya melihat disana tersusun rapi sebuah panci yang berisi air dan gelas, gelas yang sepertinya tadi Nina sudah akan isikan air untuk kita semua, tapi semua itu tak bisa Nina lakukan karena Nina langsung saja berteriak histeris saat itu Mass. Aku merasa aneh ada apa dengan Nina? karena tak ada hal mencurigakan yang tersimpan disana Mass,"dengan wajah yang langsung biasa, menghapus wajah nya yang tadi terlihat sangat kaget, Shu langsung saja bicara, dengan tenang seperti tak ada hal yang terjadi. "Apa jadi tak ada apa-apa? lalu kenapa kau berlari seperti itu seperti orang yang ketakutan? aw, aw guru kakiku merasa sakit,"Mass bertanya seperti itu, sambil tak sengaja bisa bangkit berdiri menggunakan kaki nya. " Hahaha, ternyata cara itu bisa juga membuat mu kaget Mass, sehingga dengan tak sadar kau bisa bangkit tanpa di bantu orang lain Mass. Bagus sepertinya masa penyembuhan mu berjalan dengan lancar Mass sehingga kau sudah bisa menahan beban badan mu dengan kaki mu sendiri, selanjutnya kau tinggal sedikit-sedikit belajar berjalan Mass. tenang saja aku hanya bercanda dengan wajah ku yang terlihat kaget tadi, aku hanya ingin mengetes mu saja Mass dan ternyata apa yang aku pikirkan benar kau sudah sembuh Mass. Ayo aku bantu kau untuk duduk kembali Mass,"dengan tertawa lepas Shu bicara seperti itu. Saat itu Shu hanya bercanda dengan sikap nya yang seperti itu. Lalu Shu langsung saja memegang Mass membantu Mass untuk kembali duduk. " Mulai besok kau," " Aku akan berlatih untuk berdiri, dan melatih kembali otot-otot kaki ku guru. Aku sudah bisa bangkit sendiri, dan aku tinggal harus melatihnya, agar secepatnya bisa menggerakkan secara normal tubuhku. Itu yang ingin kau bicarakan kan guru?"ujar Mass, dan bicara seperti itu kepada Shu yang saat itu sama duduk dengan Mass. " Ya bagus lah Mass. itu bagus, dengan membaiknya keadaan mu, seperti nya itu juga membuat kecepatan berfikir mu kembali normal Mass, tak lambat seperti sebelum nya,"dengan menyindir Mass yang pemikiran nya sempat menjadi lelet, lemah dalam menangkap sebuah gagasan dari orang lain. " Ya guru baiklah, jika menurut mu seperti itu,"sambil hanya tertunduk Mass bicara seperti itu. " Hahaha, tenang saja Masa tak usah menekuk wajah mu seperti itu. Kau murid kebanggaan ku Mass, aku sudah bangga kepada mu, dan sekarang kau seperti ini aku menjadi sangat bangga kepada mu. Aku tarik kata-kata ku yang berkata jika aku merasa kecewa pada mu Mass, dan sekarang kita disini bersama-sama, aku yakin setalah hal ini kau akan membuat ku bangga lagi Mass aku yakin itu,"dengan menepuk bahu Maas, Shu berkata seperti itu dengan senyum yakin di wajah nya. " Terima kasih guru. Tentu aku tak akan membuat mu kecewa lagi, tapi aku akan membuat mu semakin bangga kepada ku guru,"Dengan tatapan yakin kepada Shu, Mass berkata seperti itu. " Bagus Mass, aku yakin hal itu akan terjadi, baiklah Mass ini sudah larut malam, ayo kita beristirahat agar besok aku bisa bangun pagi-pagi sekali untuk melatih kebugaran ku Mass. Aku sudah lama tak tinggal disini sampai aku lupa jika di dekat sini ada sebuah tempat yang baik untuk menghirup udara segar, dan melatih kebugaran Mass,"Shu memberitahu Mass dengan apa yang Shu punya di tempat ini. " Oh ya dimana itu guru, bisa kau tunjukan itu padaku? tentu saja aku akan sangat senang karena di tempat tersebut aku bukan hanya akan bermain-main, tapi yang lebih aku inginkan adalah kembali berlatih bersama mu guru. Jika di ingat terakhir aku berlatih dengan mu saat latihan bertarung satu lawan satu kan guru, saat itu aku sangat tidak bisa fokus karena memikirkan kesalahan ku sehingga dengan tendangan yang membuatku terpental, aku dikalahkan saat itu. Dan itu lah dimana kau berkata sesuatu dengan sangat tegas pada ku guru, sehingga membuat ku sangat berfikir keras saat itu, sampai aku mempunyai pikiran untuk menjadi seseorang yang lebih berguna untuk orang lain, bukan hanya mementingkan diri ku sendiri. Saat itu adalah terakhir dimana aku bertemu, dan berlatih dengan mu, lalu keesokan harinya saat aku ke perguruan berniat ingin berlatih kembali, kau tak mengadakan latihan mendadak guru sampai beberapa hari aku ke perguruan, tetap saja perguruan tak terbuka. Saat itu pikiran ku sangat kacau guru, sampai aku berfikir, apa kau tak ingin melihat ku lagi sampai kau melakukan hal ini, beberapa hari menutup perguruan bahkan aku sempat berfikir jika aku di keluarkan, dengan kau yang tak sudi melihat ku lagi," " Cukup Mass kau tak usah memikirkan dengan sangat tentang ini, yang harus kau tahu adalah kekecewaan ku tak akan se-egois itu, sampai kau berfikir jika aku tak sudi kembali untuk melihat mu yang terakhir kali nya. Bukan karena itu hal yang sebenar nya terjadi Mass, tapi di balik semua itu terjadi sebuah tragedi yang membuat ku tersingkir dari perguruan itu, kau sudah beberapa kali mengintai keadaan disana kan Mass? dan sedikit nya kau tahu kan, keanehan apa yang ada di perguruan kan Mass? tak usah bahas lagi tentang ini Mass sudah cukup untuk hari ini. Oh ya satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu rumah ini tak sebesar rumah Misy, dan hanya memiliki 1 kamar tidur untuk itu kau beristirahat disini, dan aku beristirahat di sofa sebelah sana,"dengan memotong pembicaraan Maas, Shu berkata hal seperti itu tentang dirinya yang tersingkir secara paksa dari perguruan, serta menghentikan keluhan Mass yang membahas tentang perguruan. Setelah berkata seperti itu Shu tak bicara apa-apa lagi, dan langsung saja pergi dimana Shu akan beristirahat. Dan karena Shu sudah bicara, untuk berhenti membahas tentang perguruan Mass tak mencoba untuk membicarakan nya lagi, Mass adalah murid senior dari Shu sedikitnya Mass tahu bagaimana Shu. Sehingga saat itu Mass langsung saja beristirahat bersama Shu yang juga beristirahat di pinggir Mass beristirahat. Keesokan harinya Mass tiba-tiba sudah bangun, dan terlihat jika Misy, Nina, dan Shu sudah bangun mereka terlihat mempersiapkan diri entah apa yang akan mereka lakukan, atau kemana mereka akan pergi. " Misy, Nina, guru. Kalian kenapa tak membangunkan aku? sehingga aku baru bangun saat kalian sudah siap seperti ini,"tanya ku kepada mereka. Tapi saat itu kulihat mereka tak menjawab pertanyaan ku hanya sibuk membereskan diri mereka masing-masing. Lalu tiba-tiba. " Tak apa Mass tenang saja, ayo kita pergi,"lalu dengan cepat tiba-tiba Shu berkata seperti, itu sambil memegang, mambantu Mass berdiri. Tanpa banyak bicara kami pun pergi dengan aku yang di bantu Shu menuju mobil saat itu. Kami semua masuk ke dalam mobil, tapi dalam mobil tersebut terlihat seperti ada yang berbeda, Mass lihat Misy, dan Nina menatap kosong tanpa bicara atau melakukan apapun. " Misy, Nina kalian tak apa-apa? kenapa wajah kalian pucat? apa kalian sakit?"Tanya Mass seperti itu. Beberapa saat menunggu mereka tak menjawab pertanyaan Mass, mereka hanya merubah posisi mereka duduk menjadi masing-masing dari mereka bersandar ke kaca mobil tersebut. " Sepertinya mereka hanya lelah Mass, tak apa saat sampai di tempat tujuan kita mereka akan kembali normal Mass,"tanpa melihat Mass, Shu menjawab. Tapi saat itu Mass berfikir jika itu wajar, Shu tak melihat ke arah Mass, karena Shu fokus dengan jalan yang di lalui nya saat itu. Mass melihat saat itu keadaan jalan yang di lalui nya berubah, jalan tersebut dipenuhi dengan kabut tebal sehingga jarak pandang ke depan pun menjadi sangat terbatas, Mass tak dapat melihat apa-apa di depan sana, sampai Mass bertanya. " Oh ya baiklah guru, tapi kemana kita akan pergi guru? aku melihat cuaca mulai buruk sepertinya, dipenuhi kabut yang sangat tebal sampai aku tak bisa melihat dengan jelas ke depan sana guru,"saat itu Mass bertanya seperti itu. Tapi Shu tak menjawab pertanyaan Mass, hanya terus saja fokus ke jalan yang sedang di lalui nya. Mass kembali tak aneh dengan Shu yang tak menjawab nya, karena Mass berfikir Shu mencoba untuk sangat fokus terhadap jalan yang di lalui nya karena saat itu kabut semakin tebal, sehingga tentu saja kami harus sangat berhati-hati melewati jalan tersebut. Saat Mass terus saja duduk santai melihat ke jalan yang di lalui nya tiba-tiba. " Kita sudah sampai, ayo kita keluar,"Mass bicara seperti itu dengan langsung saja keluar dari mobil. " Sudah sampai? tapi guru aku lihat diluar tak ada apa-apa hanya kabut yang sangat tebal. Dari mana kau bisa tahu kita sudah sampai dengan keadaan tempat ini yang begitu di penuhi kabut setebal ini, sampai aku tak bisa melihat apa-apa guru,"jawab Mass sedikit kaget saat itu. Tapi saat Mass melirik ke arah Shu keluar, Mass melihat jika Shu sudah tak ada, Mass kaget dengan Shu yang bicara jika ini sudah sampai padahal ini Mass tak bisa melihat apa-apa disini, hanya dipenuhi kabut tebal yang menyelimuti kawasan ini. " Misy, Nina bagaimana menurut mu? kita berhenti disini, Shu bicara jika ini sudah sampai tapi aku tak bisa melihat apa-apa di luar sana, bagaimana ini?"Mass bertanya seperti itu kepada Nina, dan Misy. Tapi saat Mass melihat ke belakang dimana Misy, dan Nina duduk tiba-tiba Mass melihat jika mereka sudah tak ada disana. " Misy, Nina, kemana kalian pergi?"Mass kaget karena mereka sudah tak ada di kursi belakang. Mass langsung saja mencoba untuk berdiri, saat itu dengan mudah Mass bisa berdiri beranjak dari tempat duduk nya. Aneh karena Mass dengan sangat mudah berdiri menggunakan kakinya, tapi tanpa berfikir kembali Mass langsung saja pergi keluar, dengan sangat cepat Mass langsung saja keluar dan mencari mereka semua. Saat di luar mobil Mass sudah berfikir akan mencari mereka, tapi Mass tak tahu kemana harus mencari mereka, saat itu Mass tak dapat melihat apapun, jarak pandang Mass sangat terbatas sehingga Mass sangat bingung kemana Mass akan pergi. Mekipun seperti itu Mass tak akan membiarkan orang yang penting dalam hidupnya menghilang begitu saja, Mass berjalan sedikit demi sedikit karena tak dapat melihat dengan jelas ke depan sana. Sampai tiba-tiba tak tahu kenapa Mass tiba-tiba sudah sampai di sebuah rumah. Mass mengetuk pintu nya, tapi tak ada siapapun yang membuka pintu itu, Tiba-tiba. " Hati-hati, kita tak dapat jelas melihat," Mass mendengar suara berteriak seorang laki-laki dari dalam. Mass berfikir apa itu suara dari Shu, Mass langsung saja masuk tanpa berfikir orang di dalam sana, karena suara seseorang tersebut terdengar seperti membentak. 'Blag' pintu dibuka, dan Mass malah entah harus menyebut nya masuk atau keluar, tapi di dalam rumah ini Mass berada tepat di bagian paling atas sebuah tebing, dengan di depan tebing tersebut pemandangan indah sebuah air terjun, danau, yang sangat indah. Mass sempat kebingungan karena hal itu, di sisi lain Mass melihat jika Misy, dan Nina berlarian bahagia dengan banyak burung yang mengikuti mereka. Sementara Mass melihat Shu berada di sebuah sudut tebing tersebut hebat nya mengeluarkan jurus-jurus hebat yang belum pernah Shu perlihatkan selama Mass berlatih di perguruan. Mass hanya bisa melangkah dengan sangat pelan, sambil menatap senang tak percaya dengan apa yang sedang Mass saksikan saat itu. Tapi setelah itu saat Mass terus saja melihat keindahan hal tersebut tiba-tiba mereka semua berhenti bergerak, Misy, dan Nina yang sedang berlarian bersama banyak nya burung yang mengikutinya tiba-tiba berhenti dengan burung-burung tersebut yang langsung saja menghilang entah kemana mereka pergi, dan Shu juga tiba-tiba berhenti, lalu dengan aneh melihat ke arah bawah dimana Mass berdiri, ditambah kejadian yang membuat merinding terjadi, beberapa detik berlalu tiba-tiba cuaca langsung saja gelap gulita. Mass merasa sangat aneh saat itu perasaan takut merasuk ke dalam hatinya lalu tiba-tiba Misy, Nina, dan Shu yang saat itu berdiam diri hanya memandang kosong terhadap Mass tiba-tiba dengan mengejutkan menunjuk ke arah Mass dengan tatapan yang mengerikan. Mass tak bisa melakukan apa-apa saat itu hanya berdiam diri aneh melihat mereka seperti itu, lalu terdengar suara seseorang merangkak, tak tahu dari mana arahnya. Saat itu perasaan takut yang merasuk ke dalam hati Mass bertambah besar, di tambah suara orang merangkak tersebut sudah terlihat dimana wujudnya yang ternyata ada di hadapan Mass yang saat itu sebuah bawah tebing, seseorang tersebut merangkak dari bawah tebing itu menuju ke atas dimana Mass berdiri, dengan mengerikan orang tersebut terus saja merangkak mencoba untuk bisa berdiri. Sedikit demi sedikit orang itu mulai bangkit, Mass tak dapat melakukan apa-apa tubuh nya kaku tak bisa bergerak sedikit pun, tapi dalam hati Mass yang penuh ketakutan yang merasuk Mass mencoba untuk melawan rasa takut tersebut. Terus saja Mass merasakan hal seperti itu, orang itu sudah bisa ke atas dimana posisi Mass berdiri tapi belum berdiri seutuhnya, Mass melihat jika orang tersebut di penuhi aura tubuh gelap sehingga menyelimuti seluruh tubuh orang itu. Mass terus saja melawan rasa takut tersebut tapi rasa takut tersebut terus saja merasuk ke dalam hati Mass, lebih besar, lebih besar sehingga dalam pikiran, dan hati Mass muncul seorang Miay, Nina, dan Shu yang saat itu menjadi semangat Mass untuk bisa hidup lebih baik lagi. Memunculkan sebuah cahaya, dan energi positif sehingga saat itu Mass bisa melawan ketakutan yang merasuki hati, dan pikiran nya. Mass melihat di tempat itu yang tadi nya gelap gulita tiba-tiba muncul cahaya matahari yang begitu cerah menyinari Mass, bersama orang tersebut yang mulai bangkit cahaya itu juga menyinari tubuh orang tersebut sehingga telah bangkit berdiri tegap orang itu dengan wajah nya yang menunduk tanpa melihat Mass. Yang tadi nya orang itu gelap gulita, sangat gelap sekali karena cahaya itu menyinari nya, dari dia masih merangkak sampai sekarang bisa berdiri tepat di hadapan Mass orang tersebut juga menjadi cerah, lalu pelan orang itu mengangkat kepalanya menghadap Mass. Dengan terlihat sangat bahagia orang itu tersenyum lalu tanpa Mass duga orang itu menjadi seorang wanita cantik, sangat cantik lalu tanpa sangat terduga wanita itu memeluk Mass dengan wajah bahagia nya, saat memeluk Mass wanita itu tiba-tiba berkata. " Terima kasih, aku harap kau terus melanjutkan dirimu yang sangat bijaksana seperti ini, dengan orang-orang yang dekat mu saat ini yakinlah kepada mereka karena kau tak salah memilih mereka ada di dekat mu,"ujar wanita yang memeluk Mass itu. Lalu melepaskan pelukan nya, menguraikan rambutnya tepat di hadapan wajah Mass, sampai Mass melihat jika wanita itu adalah Misy, dengan cantik nya Misy menguraikan rambut nya yang membuat Mass terpaku karena hal itu sehingga Mass tak akan menyesal jika terus dalam keadaan seperti ini. Sehingga saat itu perasaan yang merasuki hati, dan pikiran Mass berubah drastis menjadi sebuah perasaan bahagia yang sangat, sangat bahagia. Lalu saat itu Mass sadar, Mass terbangun dari tidurnya, ternyata yang barusan Mass alami adalah mimpi. Mass saat itu terbangun dan sudah terlihat jika Misy, Nina, dan Shu sudah duduk dekat Mass disana. " Kau sudah bangun Mass? bagaimana perasaanmu?"tanya Misy. " Aku," " Tentu saja kau merasa sangat senang kan Mass? terlihat dari ekspresi mu yang dalam tidur tersenyum-senyum sendiri,"Ujar Shu yang memotong Mass berbicara, lalu menambahkan perkataan nya dengan sedikit berbisik. " Apa guru?" " Ya kau terlihat sangat bahagia Mass, apa yang kau mimpikan sehingga kau senang sampai senang mu terbawa ke dunia nyata Mass?"tanya Nina sambil tersenyum-senyum seperti menggoda Mass. " Apa? apa yang kalian maksudkan?"dengan wajah kebingungan Mass bertanya. " Tidak Mass, tak ada apa-apa. Tapi Mass jujur saja tadi kau tersenyum-senyum sendiri Mass saat kau dalam keadaan tidur. Itu yang membuat kami heran Mass, apa ada hal yang kau alami Mass?"ujar Misy, lalu bertanya seperti itu. " Oh ya tadi aku bermimpi tentang," " Ya aku tahu Mass kau bermimpi tentang Misy kan? sehingga kau dibuat tersenyum-senyum sendiri bukan hanya dalam mimpi tapi senyum mu itu terbawa sampai kami bisa melihat nya Mass hahaha,"memotong Mass yang akan berbicara, Shu berkata seperti itu. " Ya tadi aku hanya mimpi tentang," " Iya sudah lah Mass kami tahu kau bermimpi tentang Misy kan? cukup kau tak usah mengelak Mass. Oh ya langsung saja ke topik yang akan aku bicarakan, guru bilang dia mempunyai tempat yang sangat baik untuk kita di dekat sini, kau ingin ikut Mass? guru ingin kita ke sana, terutama kau dia bilang itu bisa membantu lebih cepat kepulihan mu Mass,"dengan kembali memotong pembicaraan Mass Nina bicara seperti itu. " Iya Mass Nina benar, ayo kau bersiaplah kita akan pergi sekarang setelah kau siap,"ujar Misy, lalu berdiri menjauh dari Mass. Mass berfikir kenapa mereka semua menjauh dari Mass, mereka kan juga tahu jika Mass belum terlalu normal untuk menggunakan kembali kaki nya. Terakhir kali Mass mencoba bangkit kembali, Mass malah jatuh terduduk di lantai. Saat Mass berfikir seperti itu, Mass ingat jika tadi malam Mass sepertinya sudah siap untuk bangkit, berdiri sendiri, dan dalam mimpi Mass tadi Mass sudah bisa dengan lancar untuk berjalan apalagi berdiri, sehingga Mass mencoba saja untuk berdiri sendiri. Sedikit demi sedikit Mass mencoba berdiri. " Jangan terlalu memaksakan Mass, aku tahu kondisi mu jadi pelan-pelan saja, kau mengerti kan?"ujar Misy sambil memegang tangan Mass saat itu. " Ya Misy terimakasih,"jawab Mass. Beberapa kali Mass mencoba untuk berdiri, tapi Maas tak terlalu kuat untuk berdiri karena mungkin ini baru Mass mencoba berdiri, dan ini masih pagi mungkin Mass butuh pemanasan terlebih dahulu untuk bisa menggerakan dengan normal tubuh Mass, karena saat ini tetap saja Mass masih dalam proses untuk pemulihan cedera mental, dan fisik nya. Sampai Mass sudah mencoba beberapa kali Mass, akhir nya bisa sedikit demi sedikit berdiri dengan kaki, dan usahanya sendiri. " Guru aku bisa guru, aku sudah kuat untuk menahan beban dengan kakiku lagi guru,"dengan wajah bahagia Mass berkata seperti itu. " Ya bagus Mass, sudah kau tak usah banyak bergerak dulu Mass, saat ini kau sudah bisa berdiri kau tinggal belajar menggerakkan kaki mu agar bisa bergerak bebas kembali Mass. Tapi tentu tak sekarang, tapi bertahap Mass,"ujar Shu kepada Mass. " Kau hebat Mass, cepat lah sembuh,"ujar Nina mendoakan. " Aku bersyukur Mass melihat mu yang seperti ini, cepat lah sembuh Mass, aku tak ingin terus melihat mu yang sepeti ini Mass,"Misy berkata dengan seperti menahan tangis di matanya. " Tenang saja Misy tak apa, aku sudah sembuh Misy. Guru kau bilang akan ke tempat yang kau ceritakan kemarin padaku?"dengan mencoba berdiri tegak Mass bertanya seperti itu. " Ya Mass tentu, ayo kau siapkanlah dirimu dulu, lihat sebelah mu Misy sudah siapkan itu untuk mu membersihkan wajah mu. Tapi meskipun seperti itu kau tetap akan kami bantu untuk berjalan Mass, kau belum bisa berjalan sendiri, saat ini,"ujar Mass seperti itu. " Oh ya, Misy ini kau yang menyiapkan nya?"tanya Mass, sambil terduduk kembali. " Ya Mass ayo cepat bersihkan wajah mu dulu Mass aku akan membantu mu,"jawab Misy dengan langsung mengambil lap, dan air hanya itu. " Iya Misy, terima kasih,"jawab Mass. Saat itu Mass terduduk dengan Misy yang berada di sisi Mass, langsung membantu Mass membersihkan wajah Mass menggunakan lap, dan air hangat yang sudah Misy bawa sebelum Mass terbangun tadi. " Aku belum sempat bertanya padamu Nina, bagaimana keadaan mu sekarang? kau membuat kami semua khawatir dengan kejadian kemarin malam Nina, apa yang membuatmu seperti itu?"tanya Mass kepada Nina saat itu. " Ya seperti yang kau lihat sekarang Mass, aku tak apa-apa, aku baik-baik saja Mass, sekarang kondisiku sudah sangat fit. Kemarin mungkin hanya imajinasi ku saja Mass yang menakutiku, sampai aku bisa seperti itu tapi aku sudah tak apa-apa sekarang Mass, aku sadar dengan apa yang aku lakukan kemarin,"dengan wajah yang ceria Nina menjawab seperti itu kepada Mass. " Oh ya baguslah Nina jika memang seperti itu sepertinya tak ada lagi yang harus kita khawatirkan, ya kan, Nina, Misy,"ujar Mass seperti itu. " Ya tentu Mass tak ada yang harus kau khawatirkan,"jawab Nina. " Ya kau benar, yang harus kau khawatirkan, dan pikirkan adalah kesehatan mu Mass,"ujar Misy yang saat itu selesai membantu Mass membersihkan wajah Mass. " Terimakasih Misy,"jawab Mass dengan nada yang sangat lembut. " Baiklah, kau sudah selesai Mass? jika seperti itu ayo kita pergi sekarang,"ucap Mass sambil akan membantu Mass berjalan. " Guru tak usah, tak usah repot kan dirimu, biar aku saja yang membantu Mass berjalan,"ujar Misy sambil memegang Mass. " Oh ya baiklah jika seperti itu, ayo,"ujar Shu sambil pergi ke luar rumah langsung menuju mobil. " Oke, aku juga keluar duluan menyusul Shu, tak apa-apa kan?"tanya Nina. Mass, dan Misy pun hanya tersenyum mengisyaratkan Nina bisa pergi duluan menyusul Shu saat itu. " Misy, aku kira aku tak usah berbohong lagi tentang aku yang sekarang kepada mu Misy. Kau sangat baik kepada ku Misy, aku tak bisa mengelak lagi tentang perasaan ku Misy, perlakuan mu yang sebaik ini tak mungkin bisa aku menghindar dari perasaan ini aku, aku, aku cin," " Hey Mass, Misy kalian sedang apa? ayo cepat lah sebelum matahari lebih tinggi bersinar kita harus sudah sampai di tempat tersebut,"dengan memotong pembicaraan Mass yang sedikit lagi saja akan menyatakan perasaan nya, Shu bicara seperti itu. " Ayo Mass, guru sudah berisik lebih baik kita secepatnya menyusulnya,"ujar Misy. " Tapi Misy aku ingin bilang jika aku," Misy langsung saja mencium bibir Mass menghentikan Mass yang bicara saat itu. " Aku juga merasakan hal seperti mu Mass, ayo pergi aku bantu kau untuk berjalan,"Misy pun bicara seperti itu Lalu kami pun langsung saja menyusul Shu, dan Nina yang sudah berada di dalam mobil. " Baiklah semuanya sudah berkumpul, ayo kita berangkat sekarang, sebelum matahari berada sangat di atas,"ujar Shu sambil menyalakan, dan mulai menjalankan mobil. Di jalan kita sambil berbincang mengenai hal yang masih menjadi sebuah pertanyaan besar untuk Mass. " Guru aku ingin bertanya, sebenarnya ada apa dengan perguruan? aku sangat ingin tahu tentang semua itu guru, aku yang sempat berfikir kau tak menginginkan keberadaan ku lagi di perguruan tersebut sangat penasaran dengan apa yang terjadi terhadap mu, perguruan, lalu dengan Shelt yang sangat bebas keluar-masuk ke dalam perguruan, bahkan Shelt dengan leluasa mengundang Soe, dan anak buah nya masuk ke sana. Ada apa sebenarnya dengan semua ini guru?"Mass dengan tegas bertanya seperti itu kepada Shu yang saat itu mengendalikan mobil. " Baiklah Mass aku akan menceritakan nya, saat itu dimana aku menghentikan latihan, dan membubarkan kalian semua karena aku menghentikan latihan. Awalnya tak ada yang aneh, dan tak ada tragedi apapun yang terjadi semuanya biasa-biasa saja, saat itu sedang berdiam diri, hari sudah malam bahkan menjelan larut malam, aku terus saja bermeditasi disana tanpa memikirkan apapun, lalu tak lama setelah itu ada orang yang mengetuk pintu, dan dia bilang jika dia Shelt dia memiliki masalah yang ingin dia bicarakan dengan ku. Tanpa aku bertanya, dan menaruh curiga terhadap Shelt yang datang malam itu, karena Shelt yang sudah terbiasa datang kepada ku diluar jam latihan tentu aku membuka kan pintu untuknya. Lalu aku menyuruh Shelt duduk untuk bercerita kepada ku tentang masalah yang sedang dia hadapi sekarang, dia berkata jika dia menghadapi sebuah masalah yang tak bisa dia selesaikan sendiri, masalah dengan seseorang yang mengaku jika dirinya adalah seorang jawara, seorang penguasa di kota ini. Tanpa dia berkata apa-apa lagi tiba-tiba 'blag', pintu di buka dengan keras, dan yang membuka pintu itu adalah anak buah Soe yang sudah siap Soe di belakang mereka, dengan lagak sombong nya Soe melangkah ke hadapan ku. Tentu aku langsung saja berdiri kaget dengan kejadian yang ada saat itu, tapi dengan tenang nya Shelt malah diam saja tanpa melakukan apapun. Soe terus saja mendekati ku dengan lagak sombong nya dan bicara jika dia menginginkan perguruan menjadi tempat nya, dan anak buah nya bersantai disana, menjadi tempat nya berkumpul, dan tempat nya untuk melakukan rencana keji nya jika akan menyiksa seseorang, atau mungkin melakukan hal yang dia lakukan terhadap Misy. Dia bilang jika dia di beritahu tempat ini oleh seseorang yang sekarang dekat dengan ku, yang sekarang adalah murid ku yang selalu datang layak nya seseorang yang sayang kepada ku, dan menginginkan perguruan ku berdiri kokoh di kota ini, tapi dia bilang jika aku salah jika berfikir seperti itu, justru dia memanfaatkan keadaan ini, dimana perguruan ini lemah karena hanya aku yang berada di perguruan ini, sehingga dengan mudah Soe bisa mengambil alih paksa perguruan ini. Saat itu aku pikir itu semua adalah ulah mu Mass, kau yang berfikir untuk menguasai perguruan karena saat itu aku berfikir jika bukan kau yang ingin menguasai perguruan siapa lagi? kau yang menjadi anak buah ku yang dekat dengan ku meluangkan waktu datang ke perguruan diluar waktu berlatih, aku berfikir jika kau dengan sangat membenci ku, dan berniat untuk balas dendam dengan apa yang sudah aku katakan padamu sehingga kau berfikir ingin menguasai perguruan dan menyingkirkan ku. Itu lah yang aku pikirkan saat itu, karena jika bukan kau siapa lagi Shelt yang saat itu tunduk di hadapan ku sepertinya tak mungkin memilki pikiran untuk menguasai perguruan. Tapi saat aku berkata kepadanya untuk bersiap menghadapi Soe yang saat itu sudah dekat denganku, memang Shelt berdiri dan memasang kuda-kuda sebagai tanda dia siap untuk bertarung, tapi aku sangat kaget karena dia memasang kuda-kuda siap bertarung dengan menghadap ke arah ku Mass, disitu pikiran ku langsung tak berfikir apa-apa tanpa banyak bicara Soe menyuruh Shelt, dan anak buah nya untuk menyerang ku, tanpa berfikir kembali aku langsung saja melawan mereka semua yang jumlah nya tentu saja tidak hanya 2 orang. Aku tak berfikir bisa mengalahkan mereka saat itu karena saat itu aku juga melihat jika Soe sudah siap dengan senapan nya, untuk apa lagi senapan itu jika bukan untuk melumpuhkan ku, karena tak ingin aku sampai bisa mereka tangkap aku langsung saja menyerang mereka dan membuat salah satu anak buah Soe terlempar ke arah Soe, sehingga jika Soe ingin melumpuhkan ku Soe terhalangi anak buah nya sehingga tak bisa berbuat apa-apa, dan di saat itu lah aku menggunakan kesempatan untuk berlari kabur dari perguruan. Aku berfikir jika sampai aku tertangkap dan langsung di bunuh tak apa Mass, tapi yang aku tak mau adalah tertangkap nya aku untuk dibuat Soe menjadi seorang kacung untuknya, yang harus melakukan apa yang di katakan Soe dengan ancaman nya yang akan selalu ada untuk ku, maka dari itu aku bisa selamat dan beberapa hari berada di tempat ini Mass,"Shu menceritakan semuanya yang menjadi masalah Soe, dan awal Shu bisa tersingkir dari perguruan. " Jika seperti itu berarti pikiran buruk ku terhadap Shelt bukan hanya omong kosong, apa yang aku pikirkan jika Shelt adalah orang yang mempunyai rencana buruk seperti ini adalah benar. Sial Shelt lihat saja nanti aku akan menghabisi mu, akan aku buat kau mengganti semua yang telah kau lakukan terhadap semuanya Shelt, termasuk dengan guru yang terusir karena mu seperti ini. Maafkan aku guru bukan nya aku takut dengan mereka, tapi jika saja aku tahu tentang kejadian yang menimpamu saat itu aku pasti akan datang dan membantu mu guru, tapi sayang nya aku tak tahu dan semua ini terjadi kepadamu. Maaf guru,"dengan mengepalkan keras tangan nya Mass berkata seperti itu. " Tenang lah Mass, tak apa-apa tak usah kau pikirkan, ini semua sudah jalan ku kita tak bisa mengulang waktu kembali, yang bisa aku lakukan sekarang untuk hasil selanjutnya tentu saja berfikir bagaimana cara nya untuk bisa melumpuhkan Shelt, dan Soe, beserta anak buah nya, dengan seperti itu semua persoalan bisa aku selesaikan dan tentu nya aku bisa kembali mengambil apa yang menjadi hak ku, yang sudah mereka rampas dengan paksa Mass,"tegas Shu bicara seperti itu. " Kau? kau sendiri guru? bagaimana dengan ku? kau tak menganggap aku ada? kau menganggap aku tak bisa apa-apa, aku takut melawan mereka guru? tidak maaf guru, jika kau berfikir seperti itu dengan tegas aku melawan apa yang kau pikirkan guru. Bukan hanya kau tapi kita guru aku mengambil bagian tugas ini guru, terserah kau akan berfikir apa, dulu aku berfikir jika aku tak pernah ingin ikut campur dengan masalah orang lain tapi sekarang, kau menyebut ku menolong ataupun ikut campur aku tak peduli itu guru, aku akan ikut mengambil bagian untuk menyelamatkan perguruan mu, merebut kembali apa yang menjadi hak mu guru, hak kita,"Mass melontarkan pertanyaan yang memojokkan Shu saat itu, dan bicara dengan tegas seperti itu kepada nya saat itu. " Maaf Mass sudah berfikir jika kau lah yang memiliki pikiran untuk melakukan kudeta di perguruan ku, tapi ternyata aku salah justru yang saat itu berfikir tentang kudeta adalah Shelt orang yang sangat dekat, bahkan ada di hadapan ku saat itu. Itu lah yang membuat ku berfikir Shelt tak akan memiliki pikiran buruk untuk seperti itu, tapi saat aku berfikir dia akan membantu ku melawan Soe yang saat itu ada di hadapan ku, justru Shelt malah siap dengan kuda-kuda nya yang mengarah kepada ku. Maaf Mass, terima kasih jika kau berfikir seperti itu, kau tahu aku sudah bangga dengan mu yang seperti dulu, dan sekarang kau kembali membuat ku bangga dengan apa yang kau lakukan Mass. Tentu aku tak berfikir jika kau sepengecut itu Mass, aku hanya tak ingin jika aku sendiri yang bicara meminta pertolongan kepada mu karena ini adalah hal yang berbahaya dan pastinya akan sangat beresiko, aku tak ingin merepotkan mu Mass, tapi karena kau sendiri yang bicara jika kau akan membantu, dan ikut bagian dalam hal ini aku tentu tak akan menolak rencana mu Mass, karena jujur saja aku sangat membutuhkan itu,"dengan bicara seperti itu Shu menegaskan jika Mass akan menjadi seseorang yang ada bersama nya dalam membereskan masalah ini. " Tentu guru, jika kau menolak ku pun aku tak kan mundur dari hal ini guru, aku akan terus memperjuangkan keadilan tentang perguruan, dan dirimu guru, itu hak mu yang mereka rampas secara paksa berarti itu harus kembali menjadi milikmu lagi guru, aku yang akan memastikan hal itu ada kembali untuk mu guru. Terima kasih guru untuk mu jika bukan karena mu yang waktu itu memberikan sebuah motivasi sepertinya aku hanya akan terus saja menjadi sampah masyarakat yang tak mengenal apa itu kerjasama, apa itu kebersamaan, tapi sekarang aku disini bersama Misy, Nina, dan kau guru. Aku bisa berfikir lebih terbuka, dan sekarang aku siap untuk menjadi orang yang akan membantu, ikut campur dalam hal yang memang harus nya aku lakukan dari dulu guru, yaitu membantu sesama bukan hanya menggunakan apa yang aku kuasai sendiri, tapi membagi kan nya dengan orang lain yang membutuhkan dengan membantu mereka. Dan hari ini aku sangat sadar tentang itu guru aku akan sangat siap untuk membantu mu guru, untuk ada bersama ku guru,"dengan sangat tegas, dan yakin Mass berkata seperti itu. Saat itu Shu melihat Mass dengan tatapan dan pikiran lurus, tanpa terlihat ada keraguan dalam dirinya sehingga Shu pun berfikir jika dengan tekad Mass yang seperti ini, tentu hal ini tak akan menjadi sebuah hal yang sangat merepotkan bagi Mass. Memang ini bukan hal yang mudah untuk Shu, dan Mass tapi Shu yakin dengan kemampuan Mass, Mass bisa membereskan semuanya bersama Shu, meskipun ini adalah hal yang sangat beresiko. " Ya baik lah Mass sudah di putuskan untuk ini kita tak akan menyerah begitu saja Mass, tapi kau harus tetap ingat Mass jika aku tak akan mau kau terlalu memikirkan hal ini Mass, sekarang kau cukup pikirkan tentang kesembuhan mu dulu Mass, jangan sampai hal ini menghambat kesembuhan mu Mass. Tenang saja Mass jangan terburu-buru itu tak akan membuat kita menang, maka dari itu kita harus bisa bersikap tenang menghadapi ini semua dengan tenang, dengan pikiran bersih, bukan dengan pikiran dendam Mass kau harus paham itu Mass,"tegas kembali Shu bicara seperti itu, menegaskan kepada Mass jangan sampai masalah ini menjadi penghalang bagi Mass untuk memulihkan keadaan nya. " Ya jika untuk itu aku mengerti Mass, aku tak akan sampai mengecewakan mu, jika sampai aku terus saja seperti ini aku tak mungkin bisa turun langsung untuk membantu mu guru, maka dari itu aku sangat berfikir untuk bisa sembuh secepat mungkin guru. Aku berfikir aku sudah bisa mengontrol tubuh ku lagi guru aku hanya harus terus saja berlatih, esok atau lusa aku pasti sudah bisa dengan biasa menggunakan tubuh ku lagi guru, dan aku siap untuk berlatih kembali, untuk bisa menghadapi masalah yang benar-benar menjadi sebuah inti dari masalah kita guru,"dengan sangat yakin Mass bercerita tentang keadaan tubuh Mass yang sudah mulai stabil. " Ya itu yang aku maksud kan Mass, bagus lah jika seperti itu aku tak perlu lagi ceramah tentang dirimu yang harus dengan sangat memikirkan kesembuhan mu Mass. Baiklah bicara tentang itu kita jadi lupa waktu dan tanpa sadar kita sudah sampai Mass, semuanya ayo kita keluar dan pergi ke sana,"ujar Shu sambil langsung saja membuka pintu dan keluar dari mobil. Saat itu Mass di bantu Misy, dengan Nina, dan Shu yang sudah di depan nya berjalan. " Mass kau tak apa-apa? tempat yang kita hanya bisa kita lalui dengan berjalan kaki tapi tenang saja tak lama lagi kita sampai disana Mass,"ujar Shu sambil melihat Mass saat itu. " Oh ya guru aku tak apa-apa. Aku di bantu Misy berjalan jadi tak usah khawatirkan aku huru,"ujar Mass sedikit berteriak karena Shu, dan Nina sudah agak jauh di depan Mass. " Misy, lihat ini,"ujar Mass sambil melepaskan pegangan Misy dari nya. " Hah Mass kau?" " Sut, cukup Misy jangan sampai Shu mengetahui hal ini dulu, cukup kau saja dulu yang tahu tentang ini, aku akan buktikan kepada Shu jika aku sudah sembuh dengan luka ku yang seperti ini Misy,"Mass membuat Misy berdiam diri tanpa membocorkan kondisi Mass yang sudah semakin membaik bahkan Mass bisa melangkah kan kaki Mass saat itu, meskipun dengan perlahan. Saat itu Shu, dan Nina tak terlihat ada di hadapan mereka, mungkin saja mereka agak jauh di depan Mass sehingga tak terlihat, tapi saat Mass dan Misy terus saja melangkah tiba-tiba. " Mass, Misy kemari, bukan ke sana disini lah tempat kita,"ujar Shu yang sudah berdiam diri di tempat yang Shu bicarakan kepada Mass saat itu. " guru maksud mu ini?" " Ya Mass ini adalah tempat yang aku maksud kan kemarin Mass, kau bisa lihat, dan rasakan betapa tenang, dan segar nya disini. Saat aku kemari karena terusir dari perguruan aku selalu menghabiskan waktu ku disini untuk berlatih, dan bermeditasi Mass. Disini aku merasakan bukan hanya tempat untuk berdiam diri tapi sangat baik untuk ku jadikan sebuah tempat latihan Mass, dengan suasana yang segar, dan tenang kita bisa mendapatkan inspirasi, membuat kita sangat bisa konsentrasi dengan apa yang kita lakukan disini Mass. Saat itu aku bermeditasi tanpa adanya gangguan apapun karena ke-tenangan yang ada di sini, dan aku pun bisa sangat berkonsentrasi dengan apa yang aku lakukan disini Mass. Dan sekarang aku akan katakan tujuan ku membawa mu kemari adalah untuk mengajarkan ku sebuah ketenangan, konsentrasi, dan inspirasi dimana kau sangat membutuhkan nya ketika kau merasa sangat depresi, stres dengan apa kau alami. Saat aku terusir dari perguruan aku merasa sangat kecewa karena aku tak bisa mempertahankan apa yang menjadi milik ku, tapi saat itu aku kemari dan terus saja bermeditasi dengan ketenangan yang aku dapatkan disini aku bisa berfikir lebih luas, sehingga aku bisa seperti ini sekarang Mass. Perguruan tak mungkin aku biarkan begitu saja jatuh ke tangan orang yang salah, tapi aku tak mungkin juga jika harus langsung menghadapi mereka dengan pemikiran penuh dendam yang bisa menghancurkan ku. Aku membawa mu kemari untuk membagi mu sesuatu Mass, rasakan energi yang ada disini Mass jangan biarkan sebuah dendam merasuk ke dalam hati mu Mass, kau benar kita harus mengambil kembali hak kita yang mereka ambil tapi bukan dengan dendam yang masih sangat membara dalam hati mu Mass, tapi dengan hati dan pikiran yang bersih sehingga kita bisa dengan benar melakukan apa yang sebaiknya kita lakukan,"dengan memandang hamparan luar tempat yang berada disana Shu berkata seperti itu, dengan pengetahuan dan ilmu nya Shu mengajarkan Mass sesuatu yang Shu dapatkan saat Shu di rasukki oleh dendam dalam hatinya, sehingga Shu bisa setenang sekarang ini meskipun batin, dan hati Shu di pojokan oleh keadaan yang membuat Shu harus terusir dari tempat yang Shu sendiri sudah bangun. Setelah mendengar Shu berkata seperti itu Mass tanpa bicara langsung saja melangkah sedikit demi sedikit melewati Shu. Di saat Mass terus saja memandang ke tempat itu Mass berfikir jika ini bukan tempat asing untuk Mass, Mass ingat jika Mass pernah ke tempat itu tapi yang Mass tak ingat adalah kapan Mass melihat tempat tersebut. Mass terus saja berfikir dimana Mass pernah melihat tempat ini, lalu tiba-tiba Mass ingat jika Mass semalam bermimpi tentang tempat ini, Mass dibuat kebingungan karena tempat ini sangat mirip dengan tempat yang Maas impikan tadi malam. Tanpa sadar Mass terus saja berjalan dan sudah agak jauh meninggalkan tempat Mass berdiri tadi, tanpa di bantu oleh Misy yang memegang nya. " Mass," " Tak apa Misy, tenang saja, Mass tak apa-apa. Biarkan alam bawah sadar Mass bekerja,"memotong Misy yang memanggil Mass, Shu bicara seperti itu. " Tapi guru apa ini tidak apa-apa? bukan hanya Mass tapi Nina juga tanpa sadar sepertinya mereka terus saja melakukan hal yang sam,"Misy berbicara dengan nada yang semakin seperti berbisik lalu berdiam diri. " Kau lihat kan Misy? tak apa-apa tenang saja, mereka bukan sedang dalam masalah mereka sedang dirasukki oleh alam bawah sadar mereka. Energi yang tersimpan disini membuat mereka membuka pikiran mereka, sehingga mereka seperti itu, tenang dan lihat lah apa yang akan terjadi, dan jika bisa kita lebih baik seperti mereka Misy duduk, dan tenang lah. Ayo ikuti aku,"ujar Shu yang saat itu terduduk tenang dengan memejamkan matanya. Saat itu Shu terlihat terus saja menutup mata dengan menghirup, dan mengeluarkan udara lewat mulutnya, seperti layak nya bermeditasi. Sementara Mass terlihat terus saja memandang jauh ke depan sana. Entah apa yang sedang Mass rasakan, dan terjadi saat itu tapi Mass begitu nyaman memandang tempat tersebut Mass teringat dengan malam tersebut, dimana tempat yang saat ini Mass injak adalah tempat yang ada dalam mimpinya. Mass berfikir apa yang sebenarnya terjadi, apa Mass masih bermimpi sehingga tempat ini masih saja ada di hadapan Mass saat ini. Saat Mass terus saja terlelap dalam suasana yang merasuk ke dalam hati nya tiba-tiba, ada yang menepuk bahu Mass. " Mass kau harus bisa melepaskan apa yang ada dalam hatimu saat ini, dendam, amarah, kekecewaan, dan pikiran yang membebani mu Mass, lepaskan semuanya Mass lepaskan. Jika kau masih menyimpan semua perasaan itu apa lagi menyimpan dendam, dan amarah maka kau belum sanggup untuk menghadapi apa yang ada di hadapan mu saat ini Mass. Lepaskan, lepaskan semua itu dan bebaskan dirimu Mass. Mass merasakan, dan mendengarkan seseorang menyentuh hatinya. " guru lihat Mass?"Misy melihat Mass yang saat itu tiba-tiba bisa berdiri dengan sendiri tanpa merasakan sakit dalam tubuhnya, Misy terlihat berlari akan menghampiri Mass " Misy tunggu, tak apa tenang kau harus bisa tenang, Mass tak apa-apa justru sepertinya dia berhasil mengendalikan kekuatan yang ada dalam dirinya, saat aku terusir dari perguruan ku aku ke tempat ini dengan membawa rasa marah, kekecewaan, dendam yang sangat besar tapi saat aku melakukan seperti apa yang Mass lakukan tak lama setelah itu semuanya menghilang. Kau ingin tahu kenapa bisa seperti itu? kita akan bertanya hal itu kepada Mass yang saat ini sedang mengalami hal tersebut, tunggu sebentar dan biarkan Mass selesaikan apa yang Mass hadapi sekarang,"Shu menghentikan Misy yang akan menghampiri Mass, dan dengan pengalaman yang pernah di alami nya Shu berkata seperti itu kepada Misy. " Tapi guru jika Mass seperti itu bagaimana dengan Nina yang disana?"ujar Misy sambil menunjuk ke arah Nina. " Sepertinya perasaan yang merasuk ke dalam tubuh Nina juga sedang bekerja, begini Misy aku akan menceritakan suatu hal yang penting padamu, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka bersama jiwa mereka sendiri. Aku bukan hanya sekali ke tempat ini Misy, aku tidak hanya sebentar di sini Misy, aku mengalami hal yang sedang terjadi kepada Nina, dan Mass lebih dari satu kali Misy. Energi yang berada disini begitu positif Misy saat orang dengan perasaan marah, kecewa, dendam, dan membawa semua masalah nya kemari energi disini akan meredam semua perasaan negatif tersebut, sehingga orang yang mempunyai jiwa yang bersih, tidak memiliki niat yang buruk akan mengalami apa yang Mass, dan Nina alami saat ini Misy. Kau pernah berbincang dengan Nina apa yang Nina alami? Nina akan bisa terbuka setelah semua ini selesai Misy, kita tunggu saat nya,"Shu lalu bercerita tentang hal yang terjadi dengan Mass, dan Misy saat ini. " Jika memang seperti itu tak apa, aku hanya khawatir jika Mass tak bisa mengendalikan perasaan yang merasuk ke dalam hati, dan pikiran nya guru. Jika seperti itu pasti akan ada efek yang di rasakan orang tersebut kan guru?"dengan cemas melihat Maas, dan Nina yang belum selesai dengan yang terjadi Misy bertanya seperti itu. " Tenang Misy tak akan ada yang terjadi terhadap Maas atau pun Nina, aku percaya terhadap Mass karena dia bukan orang lemah, dan aku percaya kepada Nina jika jiwa Nina bersih dari jiwa kegelapan sehingga mereka tak akan mengalami hal yang buruk. Kau harus percaya terhadap ku Misy, dan kau juga harus percaya kepada mereka yang sedang berjuang disana Misy, tenang lah dan berdoa untuk mereka Misy,"Mass langsung saja berbicara seperti itu kepada Misy yang saat itu terus saja menunjukan wajah cemasnya, dengan melihat ke arah Nina dan Mass. " Aku percaya kepada mereka guru aku percaya,"melihat dengan tatapan kosong terhadap Mass, Misy menjawab seperti itu kepada Mass. Beberapa saat kemudian Misy menunggu dengan Shu di sisinya terus saja berdiam diri, memperhatikan Mass yang saat itu sepertinya alam bawah sadar nya masih merasuki dirinya. " Selamat Mass kau sudah melewati bagian tersulit dalam hidup mu, sekarang kau tahu apa yang harus kau lakukan Mass terus lah seperti ini, teruslah menjadi orang seperti ini, kami semua membutuhkan mu Mass. Mereka semua membutuhkan mu Mass, mereka semua butuhkan kehadiran diri mu Mass,"dalam pikiran nya Mass mendengar dengan lembut seseorang berkata seperti itu. Lalu Mass pun di sadarkan dengan sentuhan dari seseorang yang memegang bahu Mass. " Aku merasakan kehangatan ini, siapa ini? tangan siapa ini? aku, aku, apa aku layak berada disini? apa aku memang layak untuk ada, apa aku benar di butuhkan disini. Mereka? siapa maksudnya mereka?"Mass bertanya seperti itu dalam pikiran nya sendiri. Mass masih merasa ada seseorang yang memegang bahu Mass, Mass masih dengan dengan jelas merasakan nya, lalu perlahan Mass bisa membuka matanya. Saat Mass melihat ke arah bahu nya Misy, Nina, dan Shu sudah ada di belakang nya dengan tersenyum bahagia melihat Mass saat itu, dengan ternyata yang memegang bahu Mass adalah Misy. Dengan wajah Misy yang tersenyum bangga melihat Mass, tiba-tiba Misy memeluk Mass yang saat itu masih saja melamun bingung dengan apa yang sudah Mass lalui. " A, ada apa ini?"tanya Mass dengan bicara sedikit terbata-bata. " Tak ada apa-apa Mass, ini semua sudah berakhir Mass, kau sudah melewati bagian tersulit dalam hidup mu, dan sekarang kau tinggal ikuti kata hati mu untuk bisa terus menjadikan hidup mu berarti Mass,"dengan wajah bangga melihat Mass, Shu bicara seperti itu. " Kau cukup lama menghabiskan waktu mu sendiri Mass, tapi aku senang sekarang kau sudah bisa melewati waktu mu itu, dan sekarang kau sudah sadar ada di bagian kami kembali Mass. Aku sempat khawatir melihat mu yang seperti itu Mass, tapi guru bilang kau tak apa-apa kau bukan sedang dalam bahaya tapi alam bawah sadar mu yang membuat mu seperti ini. Guru menceritakan tentang apa yang kau alami tadi, kau membawa begitu banyak perasaan yang membebani mu Mass, bahkan saat kau tahu tentang apa yang terjadi dengan Shu, perguruan, dan Shelt yang berkhianat karena Soe. Kau membawa semua perasaan itu kemari Mass, perasaan kecewa, marah, sakit, dendam, dan semua yang kau rasakan kau bawa ke tempat ini Mass, tapi baik nya guru berkata jika tempat ini memiliki energi yang positif, sehingga orang yang mengemban banyak beban seperti mu, akan dibuat untuk melepaskan semua beban yang ada dalam hatimu, dan dengan energi positif yang ada disini kau dibuat melepaskan semua beban yang kau bawa Mass. Itu yang guru ucapkan padaku tadi sehingga aku berdiam diri dan terus saja melihat mu, dan sekarang kau sudah sadar seperti ini Mass aku bersyukur Mass,"dengan masih memeluk Mass, Misy dengan wajah nya yang masih merasa cemas dengan keadaan Mass menjelaskan apa yang Misy dengarkan dari Shu saat Mass beluk sadar dalam pikiran, dan hatinya saat itu. " Terima kasih guru. Jujur saja jika aku memang sangat merasakan hal itu guru, aku merasakan begitu berat semua perasaan itu aku bawa guru, sampai tadi aku tiba-tiba tak bisa mengalihkan pandangan ku karena hal yang begitu membuatku nyaman, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu tapi aku merasakan jika ada yang membisikan ku sesuatu guru. Suara itu berkata dengan sangat lembut, begitu lembut, dan bicara agar aku melepaskan perasaan yang sedang aku bawa sekarang guru. Dia bilang agar aku melepaskan semua perasaan yang aku bawa sehingga perlahan dalam diriku ini seperti keluar banyak hal guru, aku terus saja berada disana sampai beberapa saat aku mendengarkan seseorang yang terus saja berbisik di telingaku guru, saat itu aku merasakan hangat, sebuah kehangatan yang ada di bahuku guru, aku masih belum bisa sepenuh nya sadar dengan itu guru sampai barusan aku melihat ke arah mu. Aku membuka mataku perlahan, lalu bisa melihat kalian yang sudah ada di dekat ku, dan sekarang seperti ini lah yang aku dapatkan guru. Terimakasih guru, Misy, Nina, terima kasih atas semuanya tak ada beban dalam hidup ku lagi sekarang, aku harap kalian terus ada untuk ku karena aku tak akan bisa jika harus berdiri sendiri,"dengan menceritakan apa yang Mass alami Mass berkata seperti itu kepada semua orang yang saat itu ada bersamanya. " Tenang Mass kita tak akan pernah meninggalkan siapapun, tak ada yang akan pergi dari kita semua kan? yang harus kita lakukan sekarang adalah terus bersama seperti satu keluarga, jangan berfikir, atau bertanya siapa diri kalian yang tiba-tiba bisa memiliki sebuah ikatan keluarga, apa kalian layak untuk memiliki ikatan tersebut? jika ada dari kalian yang berfikir, atau bertanya seperti itu percuma saja kita membentuk ikatan ini, karena ada diantara kita yang berfikir salah seperti itu,"dengan tegas Shu bicara seperti itu dihadapan kami semua. " Tapi, tapi maaf kan aku semuanya, terutama kau Shu, kalian harus ingat jika aku adalah bagian dari Soe penjahat yang mempunyai rencana seperti itu kepada mu guru, aku sudah berdosa kepada mu karena saat dulu kita belum bersama seperti ini, aku adalah orang yang Soe gunakan untuk memata-matai kalian. Dari kejadian saat ini aku jadi teringat sesuatu yang sepertinya harus kalian ketahui, agar kalian bisa putuskan kalian harus percaya padaku atau tidak, tapi sebelum aku bicara jujur, aku, aku sekarang sangat berharap bisa terus bersama kalian, memiliki ikatan keluarga bersama kalian, setelah melakukan perjalanan alam bawah sadar tadi aku sadar jika yang aku inginkan sekarang adalah keluarga, bukan hal lain apalagi kejahatan. Dulu aku sempat di jadikan Soe sebagai mata-mata, aku di bekali sebuah kamera oleh Soe untuk mengambil gambar dari semua kegiatan, orang yang harus disingkirkan, orang yang sangat berpengaruh dalam target ku, dan yang lainnya. Dan saat itu aku sempat memata-matai perguruan guru sehingga hari ini terjadi, aku mengambil gambar Shelt saat itu aku tunjukan kepada Soe, jika dia adalah salah satu murid di perguruan, lalu Soe mencegat Shelt saat Shelt pulang dari perguruan memaksa atau tidak aku tak tahu, tapi Soe menginginkan jika Shelt menjadi anak buah Soe yang memberikan Soe sebuah informasi mengenai perguruan yaitu tempat yang menjadi sebuah target Soe saat itu. Sampai Soe bisa mencegat Shelt yang saat malam itu Shelt pulang dari perguruan, Soe berhasil berbincang dengan Shelt untuk rencana Soe merampas perguruan dari mu guru, saat itu aku lihat jika Shelt tak mengalami gangguan saat berbincang dengan Shelt, Shelt seperti dengan mudah nya mengerti apa maksud Soe dan dengan sangat mudah Soe berhasil membujuk Shelt untuk menjadi anak buah Soe, sehingga saat merebut perguruan pun Shelt menjadi salah satu orang yang tahu tentang kejadian itu, bahkan Shelt adalah umpan saat itu agar kau membuka pintu bagi Shelt, setelah itu kau tahu kan apa yang terjadi selanjutnya Mass? sekarang kita disini terusir dari tempat yang harus nya kalian ada di sana bukan disini karena tempat kalian di rebut oleh seorang penjahat, yang di dalam nya ada campur tangan ku, dan sekarang kalian berfikir aku adalah bagian dari keluarga kalian, maafkan aku semuanya bukan nya aku menolak tapi apa yang dikatakan guru memang benar. Jika aku yang sudah seperti ini apa kalian semua bisa menerima ku menjadi bagian dari keluarga kalian?"dengan memiliki harapan seperti itu Nina bercerita mengenai perbuatannya yang membantu melakukan kudeta terhadap perguruan Shu, yang saat ini di rebut paksa oleh Soe, beserta Shelt di dalam nya. Seketika itu semua orang termasuk Mass diam tanpa kata, kita semua hanya bisa menyaksikan Nina yang saat ini menangis, sepertinya Nina memang sangat menyesal, sekarang Nina baru sadar jika apa yang di lakukan nya adalah hal yang sangat buruk, yang lebih membuat Nina sangat berfikir adalah efek buruk ini sekarang dirasakan oleh orang-orang yang justru dekat, dan memutuskan ingin mempunyai ikatan keluarga bersama Nina saat ini. " Nina aku mengerti alasan mu berbuat seperti itu hanya untuk menyelamatkan hidup mu, jika kau tak lakukan apa yang Soe katakan pasti akan berakibat buruk kepada keselamatan mu. Katakan lah Nina apa yang di lakukan Soe jika kau tak melakukan apa yang Soe katakan padamu?"dengan tenang seperti tak terjadi apapun Shu berkata seperti itu. " Ya memang benar guru, ada salah satu sifat Soe yang sampai saat ini selalu aku ingat dan merasa masih saja takut jika mengingat hal itu. Waktu itu aku tak ingin melakukan apa yang Soe katakan, aku menolak perintah Soe tanpa banyak bicara Soe saat itu memerintahkan anak buah nya memasukan ku ke dalam mobilnya, dengan paksaan yang keras mereka langsung saja memasukan ku ke dalam mobil. Dengan Soe yang duduk bersama ku, dan 2 anak buah Soe yang menyetir dan satu orang lagi untuk ikut berjaga, saat itu aku langsung di bawa ke sebuah tempat, tapi belum sampai di sebuah rumah atau pun yang lain nya Soe sudah memerintahkan agar kendaraan yang anak buah Soe berhenti di sebuah bahu jalan. Hari itu waktu sudah akan larut, di iringi sebuah hujan yang gerimis membuat jalan tersebut sangat sepi, Soe bilang saat itu jika dia sudah tak kuat lalu dengan kendaraan tersebut yang sudah terhenti Soe langsung saja melecehkan ku dengan paksa dalam mobil tersebut, tanpa Soe berfikir Soe langsung saja melakukan apapun yang Soe inginkan dengan aku yang tak bisa apa-apa, karena melawan pun Soe dengan sangat mudah membungkam perlawanan ku terhadapnya. Perbuatan itu yang selalu aku ingat dan takut kepada Soe, aku begitu trauma dengan Soe yang dengan mudah seperti itu kepada ku, aku hanya seorang kacung, seorang wanita kotor yang hanya menjadi pemuas Soe saja, aku tak punya pilihan lain saat itu guru maaf, aku mohon Maafkan aku,"dengan memohon dan menangis seperti itu kepada Shu, Nina seperti tersiksa karena apa yang sudah dia lakukan selama ini terjadi terhadap orang yang menjadi keluarga Nina saat ini. " Itu yang aku pikirkan Nina, sekarang cukup untuk mu berfikir keras tentang itu, saat kau dan Mass menjalani perjalanan alam bawah sadar aku berkata kepada Misy, jika orang yang dirasuki oleh alam bawah sadar pasti akan mengalami sebuah peristiwa yang tak akan bisa mereka lewati jika dalam jiwa mereka tersimpan perasaan jahat, dalam kata lain jika ada jiwa kegelapan dalam hati, dan pikiran mereka akan ada hal yang membuat mereka tak bisa melepaskan amarah mereka, dan disitulah aku melihat mu yang sekarang tanpa ada hambatan apapun, itu berarti kau bukan orang yang memiliki sisi gelap Nina. Orang yang memiliki sisi gelap dalam hatinya tak sepertimu Nina, kenapa aku sebut kau bukan orang yang memiliki sisi kegelapan, karena kau orang yang di paksa Nina, kau adalah korban dari sebuah paksaan Nina, jika kau berbuat jahat karena paksaan tersebut itu berarti kau bukan lah orang yang jahat, kau bertindak jahat karena paksaan tersebut, jika kau tak melakukan nya maka keselamatan mu yang terancam Nina, maka kau terpaksa melakukan sebuah kejahatan, dan berarti disini yang salah bukan kau yang di paksa Nina, tapi orang yang salah adalah orang yang memaksa mu Nina. Maka dari itu sekarang aku nyatakan jika semua itu tak ada hubungan nya dengan kejahatan mu Nina, satu-satunya kejahatan yang kau lakukan sekarang adalah menolak untuk menjadi keluarga kami Nina, itu yang menjadi kejahatan mu Nina maka dari itu kau cukup untuk ulurkan tangan mu, dan masuklah ke dalam lingkungan keluarga yang akan kita buat Nina,"dengan meyakinkan Nina yang sampai saat itu ragu karena perbuatan nya yang dianggap Nina berbuat kejahatan yang sangat keji, Shu bicara seperti itu kepada Nina agar Nina bisa melupakan hal tersebut, dan memiliki kepercayaan untuk menjadi bagian dari keluarga yang akan di bentuk oleh mereka semua. " Apa kau yakin dengan keputusan mu guru? Aku bukan ingin menolak sebuah ikatan kekeluargaan yang akan di bentuk, aku hanya tak ingin jika sampai kehadiran ku menjadi sebuah halangan untuk kalian, itu yang menjadi pikiran ku. Terima kasih guru kau tidak menganggap seorang penjahat meskipun kau tahu, bahkan kau yang merasakan sendiri bagaimana kejahatan ku merugikan mu guru. Aku sangat bingung bagaimana aku harus memutuskan tentang hal ini, aku tak ingin jika," " Cukup Nina kau tak usah merasa bersalah, dan menghalangi kami semua Nina, kau lihat kan bagaimana guru menerima mu, bahkan guru ingin kau untuk mengambil bagian di dalam ikatan keluarga ini Nina. Kau yang mengatakan jika guru adalah orang yang paling terkena dampak dari kejahatan yang sudah kau lakukan, tapi Nina seseorang yang sangat kau rugikan, kau rampas kebahagiaan nya saja dia bisa menerima ku, bahkan bukan hanya menerima tapi dia lah yang ingin agar kau bergabung di dalam ikatan keluarga ini Nina, lalu apa lagi yang kau pikirkan, apa lagi yang kau pertimbangkan Nina? apa kami harus memohon kepada mu agar kau mau bergabung dalam sebuah ikatan keluarga ini yang akan kami buat Nina?"memotong Nina yang bicara dengan terbata-bata seperti mencari alasan karena kebingungan yang Nina rasakan Mass, dengan sangat tegas bicara, dan bertanya seperti itu kepada Nina. " Ya Nina apa yang dikatakan guru benar Nina, kau bukan penjahat Nina tapi kau hanya dijadikan sebuah alat bagi Soe, jika kau tak melakukan apa yang Soe bicarakan kau bisa celaka. Kau berbuat jahat hanya karena paksaan dari Soe Nina, itu berarti bukan kau yang jahat Nina, meskipun kau yang berbuat kejahatan tersebut tapi tetap saja bukan kau penjahat nya disini Nina, tapi orang yang menyuruh mu melakukan hal jahat tersebut. Simpel nya kau jahat karena dari rencana dan otak orang lain, jika tak ada otak yang mengendalikan sikap mu, tak ada yang memaksa mu untuk melakukan kejahatan tersebut, apa kau akan melakukan suatu kejahatan Nina? aku kira tidak Nina kau tak akan melakukan itu, kau bukan penjahat tapi kau adalah sahabat ku Nina, kau adalah orang yang akan menjadi keluarga ku Nina bukan penjahat, itu yang aku yakini dari mu Nina,"dengan tegas juga Misy memberikan motivasi terhadap Nina yang saat itu masih saja berfikir ragu dengan keputusan nya untuk menjadi keluarga kami karena sifat jahat Nina yang sudah Nina lakukan kepada Shu, beberapa waktu lalu. Setelah kami semua berkata hal seperti itu memberikan motivasi, dan kepercayaan kepada Nina yang saat itu masih saja berfikir dengan hal jahat yang sudah Nina lakukan kepada Shu, Nina pun terdiam, entah apa yang Nina pikirkan saat itu Nina hanya menatap kosong terhadap Mass yang saat itu menatap Nina. " Terima kasih guru, Mass, Misy, jika kalian yakin dengan apa yang kalian putuskan, tentu saja aku tak akan menolak kesempatan terbaik ini. Aku yang sudah berbuat jahat kepada kalian tapi kalian dengan hati, dan tangan terbuka tanpa berfikir buruk lagi ke pada ku, menawarkan sebuah ikatan keluarga kepada ku. Terima kasih, aku sangat bersyukur karena aku sekarang bertemu dengan seseorang yang sangat baik yang bisa menerima keberadaan ku yang seperti ini. Sekali lagi terima kasih semuanya,"dengan Nina yang tiba-tiba memeluk Misy, saat itu Nina dengan yakin mengucapkan hal seperti itu. " Syukur lah Nina, kau sudah melakukan hal yang benar Nina, kau harus tenang Nina, mulai sekarang kami adalah keluarga mu, apapun yang terjadi, apapun yang kita hadapi semuanya akan kita lewati bersama Nina, kau tak usah takut lagi untuk melewati apa yang ada di depan mu, karena kita akan melewatinya bersama Nina,"meyakinkan Nina yang memeluk Misy erat, mencoba mengeluarkan kecemasan yang Nina rasakan Misy berkata seperti itu. " Baguslah semuanya sudah jelas sekarang, semuanya sudah setuju, mulai hari ini kita adalah keluarga, terus lah berfikir bersama, melewati apapun yang menghalangi kalian dengan kebersamaan bukan dengan ke egois-an, sehingga kita bisa benar-benar menjadi keluarga yang utuh, bukan keluarga yang rapuh karena semua yang kita alami, dan hadapi,"Mass menambahkan perasaan motivasi kembali kepada Nina, agar Nina lebih yakin dengan apa yang di putuskan nya adalah hal yang benar. Setelah itu kami semua terlelap dalam suasana haru yang menyelimuti kita, karena Mass pikir dengan Mass yang dulu nya angkuh, dan hanya mementingkan diri Mass sendiri, sekarang keadaan Mass sudah berbeda Mass tak disangka bisa menjadi orang yang bijak seperti ini, sehingga Mass bisa berbuat hal yang merubah pendirian seseorang, dan yang lebih membanggakan adalah berkat bantuan dari Misy, Mass bisa menyadarkan pikiran seseorang yang saat itu sudah sangat pasrah dengan kehidupannya menjadi seorang kacung, dan anak buah penjahat tapi hari ini hati, dan pikiran penjahat tersebut bisa berubah karena usaha Mass, dan Misy saat itu. " Baiklah keluarga, matahari sudah bercahaya sudah sangat tinggi di atas kita, sepertinya kita cukup berada disini, sekarang saat nya bagi kita untuk kembali ke rumah, untuk beristirahat menurutku. Karena apa yang sudah kalian rasakan, dan lalui tadi sepertinya kalian merasa lelah dengan itu semua, terutama kamu Mass, sebaiknya kita beristirahat agar mengembalikan kondisi mu ke dalam keadaan yang prima kembali Mass,"ujar Shu sambil melihat ke arah Mass saat itu. " Sepertinya itu benar guru, agar kondisi ku lebih cepat kembali prima kita harus beristirahat, dan apa hari ini menurut mu sudah cukup guru?"Mass yang saat itu sengaja berdiri menunjukan jika kondisi Mass sudah sangat baik, sedikit membuat Shu, dan Nina khawatir melihat Mass yang saat itu tiba-tiba berdiri seperti biasanya, seperti saat sehat seperti sedia kala. " Mass apa kau," " Tenang kalian kaget dengan aku yang seperti ini? tenang tak apa, aku baik, aku bisa. Sebelum ke tempat ini tadi aku dan Misy tertinggal agak jauh dari kalian yang sudah sampai disini, tapi bukan kenapa-napa tadi aku menyempatkan sedikit waktu untuk menunjukan kepada Misy jika aku sudah sembuh dari sakit yang kau derita. Saat tadi aku berdiri sendiri melakukan hal yang sedang kalian lihat, respon Misy tak jauh berbeda dengan kalian yaitu dengan mengerikan bola mata Misy seperti akan keluar, sepertinya Misy takut atau mungkin kaget dengan apa yang aku lakukan. Tapi setelah itu Misy tersenyum dengan senang melihat Mass yang saat itu sudah dalam kondisi yang baik,"Mass memotong pertanyaan Nina yang saat itu kaget dan khawatir melihat Masa yang dengan mudah berdiri tegak, tanpa merasakan kesakitan yang sebelum nya Mass rasakan. " kau hebat Mass, padahal baru tadi pagi kita melihat mu yang mencoba untuk berdiri, tapi masih tak bisa karena masih merasakan sakit di badan mu Mass, tapi sekarang lihat lah dirimu Mass. Aku bilang ini luar biasa Mass, apa yang membuat mu dengan cepat bisa seperti ini Mass?"menjawab perkataan Mass Nina bicara dengan wajah yang semeringah senang. " Aku pun sama dengan Nina Mass merasa aneh dan kaget melihat mu yang seperti ini Mass, kau hebat dengan cepat kau bisa mengalahkan sakit yang menghalangi mu sehingga kau bisa seperti ini Mass. Bagus, aku bangga dan tidak merasakan khawatir lagi dengan keadaan mu sekarang Mass,"Ujar Shu yang saat itu juga bicara dengan tersenyum bangga melihat Mass. " Seperti itu kah yang kau rasakan guru? aku ragu guru jika kau tak mengetahui kenapa aku bisa seperti ini. Kau sudah tahu kan guru bagaimana kondisi ku bisa dengan cepat seperti ini guru, terima kasih guru, aku sangat beruntung berada di kelilingi oleh orang-orang yang sangat baik, dan peduli padaku. Jika kau tak membawa ku ke tempat ini, aku ragu akan bisa secepat ini untuk bisa mendapatkan kondisi ku yang prima ini guru,"memperlihatkan wajah ragu Mass dengan yakinnya berkata seperti itu kepada Shu yang saat itu, sepertinya Shu tahu jika tempat ini bisa membantu Mass mendapatkan kondisi prima nya kembali. " Hahaha cukup ayo semuanya kita kembali ke tempat kita, ini sudah sangat siang. Esok, atau lusa kita bisa kembali kemari lagi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan untuk berlatih,"ujar Shu sambil pergi, meninggalkan tempat itu. " Baiklah Misy, ayo kita pulang guru bilang kita sudah cukup berada disini untuk hari ini. Ayo kita pulang Misy, Nina kau juga ayo, guru sudah pergi,"ujar Mass mengajak Misy, dan Nina untuk pergi meninggalkan tempat itu. Saat Mass dan Misy sudah berjalan pergi meninggalkan tempat itu, Mass kira Nina mengikuti dari belakang, tapi ternyata tidak. Nina terlihat masih saja memandang ke salah satu arah di tempat tersebut yang mengarah ke sebuah pemandangan air terjun yang ada jauh di depan sana. " Nina cepatlah kita harus pergi dari sini sekarang,"ujar Mass sambil sedikit berteriak kepada Nina saat itu. " Oh ya baik, tunggu sebentar,"jawab Nina dengan sambil berlari menghampiri Mass yang saat itu sudah berjalan di depan Nina. Beberapa saat kemudian kita berjalan meninggalkan tempat itu, kita pun sampai di jalan dimana mobil kami tersimpan. Tanpa banyak bicara kembali kita langsung saja memasuki mobil dengan Shu yang sudah siap menjalankan mobil sudah ada di kursi kemudi. " Guru saat tadi kau sudah kemari, dan Mass beserta Misy yang sudah agak jauh di depan ku, aku belum ikut berjalan mengikuti Mass, tapi aku sadar jika tadi aku terus saja memandang ke sebuah arah dimana arah yang aku perhatikan adalah air terjun yang berada agak jauh dari sana guru. Maaf aku tak berfikir buruk tentang apa pun disana, tapi guru aku merasa jika ada suara yang memanggil ku disana guru, makannya tadi saat Mass, dan Misy sudah mulai berjalan menjauh tapi aku masih diam dengan memandang ke arah air terjun tersebut. Guru aku sedikit mempunyai pertanyaan kepada mu yang sudah berkali-kali ke tempat ini guru, apa di tempat itu tersimpan energi yang dapat menyerap energi orang yang sudah tak ada guru? maksud ku apa disini ada arwah orang yang mati karena kebaikan nya? maaf aku bertanya seperti ini tapi guru saat tadi aku bilang ada orang yang seperti memanggilku, dalam hati ku merasa jika orang yang memanggil ku itu bukan orang sembarangan apa lagi orang jahat guru,"Nina menceritakan apa yang Nina rasakan tadi, sehingga Nina bisa mendapatkan pikiran seperti itu tentang tempat yang menjadi tujuan nya melamun tadi. " Kau merasakan seperti itu Nina? yang lainnya apa kalian merasakan apa yang Nina rasakan? Baiklah sepertinya tak ada, aku akan menjawab apa yang menjadi pertanyaan mu Nina. Di sana bukan tempat sembarangan yang bisa di datangi oleh siapa saja, jika pun bisa masuk ke sana jika orang tersebut memiliki sisi gelap dalam hati nya tak akan seperti kita, seperti mu Mass, Nina, kalian mendapatkan sebuah perjalanan alam bawah sadar yang baik, aku mengajak kalian kemari karena aku yakin dengan kalian yang tak mungkin memiliki sisi gelap dalam hati kalian, dan aku benar dengan keputusan ku sehingga kalian mendapatkan hal yang baik, dengan sangat mudah energi di tempat tersebut merasuk ke dalam tubuh kalian, lalu kalian tanpa masalah bisa mengeluarkan apa yang menjadi penghalang, keraguan dalam diri kalian, bahkan Nina kau merasakan ada orang yang memanggil mu itu berarti energi disana menginginkan mu, bukan untuk mereka berbuat jahat padamu tapi ada yang ingin mereka perlihatkan kepada mu Nina, dan disini aku katakan benar jika apa yang kau rasakan adalah benar Nina, itu memang ada tapi bukan orang yang memanggil mu Nina, tapi itu adalah ilusi dalam hati mu sendiri yang menginginkan agar kau mendatangi tempat tersebut, dan saat kau berada disana energi tersebut akan masuk ke dalam hatimu, dan pikiran mu agar kau bisa tahu apa yang ingin energi disana sampaikan. Kau adalah salah satu orang yang beruntung Nina, kau bisa menjadi salah satu orang yang energi tersebut inginkan untuk menjadi wadah mereka mengumpulkan informasi yang mereka ketahui. Kau orang terpilih Nina,"dengan pengetahuan Shu tentang tempat itu, Shu menjelaskan jika apa yang Nina rasakan adalah hal yang benar adanya. " Itu berarti aku memang seharusnya ke sana guru, aku tidak salah berada disana? terima kasih sudah mengenalkan ku ke tempat ini guru, aku rasa sekarang aku menemukan hal yang menjadi tujuan ku guru. Hal yang harus aku lakukan sepertinya kembali ke tempat tersebut dan terus menyelesaikan apa yang energi di sana inginkan, aku harus datang dan tahu apa hal yang tersimpan disana yang sepertinya ingin merasuk ke dalam tubuh dan pikiran ku, aku harus melakukan ini guru,"dengan keyakinan Nina yang seperti ini, Nina bicara seperti sangat siap untuk mendatangi tempat tersebut dan menerima apa yang energi tersebut ingin sampaikan kepada Nina. " Ya jika itu hal yang kau yakini tentu saja aku akan membantu mu Nina, untuk menyelesaikan nya sekarang kau cukup sabar, dan tenang Nina kita akan selesaikan apa yang menjadi tujuan mu saat ini nanti saat waktunya tiba, bukan dengan terburu-buru Nina. Kau mengerti apa yang aku katakan Nina?"ujar Shu yang siap untuk membantu Nina saat itu, tapi Shu berkata agar Nina bersabar dengan apa yang menjadi tujuan Nina terhadap hal tersebut. " Ya guru aku mengerti apa maksud mu guru, aku harap semuanya bisa berjalan dengan lancar guru, aku berharap kepada mu yang akan sangat bisa membantu ku guru,"ujar Nina berterimakasih. Beberapa saat kemudian kita dalam perjalanan sambil berbincang, kita sampai di rumah, tanpa melakukan apa-apa lagi mereka masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. " Aku akan membuatkan kalian minuman, tunggu sini,"ujar Nina sambil berjalan ke dapur. " Nina kau tak akan," " Aku akan membantu mu Nina, tak apa Mass,"memotong pembicaraan Mass yang seperti tak yakin, takut nya Nina mengalami hal yang serupa di malam kemarin, Misy langsung saja bicara seperti itu. " Oh ya baik lah Misy, terima kasih,"ujar Mass. " Mass, untuk mu yang tadi mengalami perjalanan alam bawah sadar seperti Nina, apa yang kau rasakan? apa sama dengan yang Nina rasakan Mass?"tanya Shu saat itu, sambil duduk bersama Mass. " Aku memang merasakan hal yang merasuki tubuh ku, berkata agar melepaskan apa yang aku pendam dalam hati, dan pikiran ku guru, tapi aku tak merasakan atau mendengar ada yang memanggil hati ku guru. Saat kau sudah pergi duluan untuk meninggalkan tempat tersebut, aku mengajak Nina, dan Misy pergi meninggalkan tempat itu, memang aku melihat Nina yang saat itu aku sudah berjalan berada di depan Nina, saat itu aku melihat Nina yang melamun memandang ke arah dari air terjun tersebut, Nina seperti dengan sangat tenang dan penasaran terus saja memandang ke sana. Menurut mu apa itu guru? tak akan ada hal yang terjadi dengan Nina, dengan apa yang Nina bicarakan memang aku tak khawatir, tapi tetap saja aku merasakan sedikit rasa khawatir atas apa yang Nina alami guru,"Mass mengatakan kecemasan nya terhadap Nina, yang meskipun saat itu Nina membicarakan hal itu bukan seperti hal yang bisa mengancamnya. " Kau juga harus tenang Mass, tenangkan dirimu. Ini bukan sebuah ancaman Mass, aku mengerti tentang kecemasan mu Mass, tapi kau harus kembali menenangkan pikiran mu Mass,"Maas berkata seperti itu kepada Mass yang saat itu malah terlihat tegas, was-was memikirkan Nina yang mengalami hal seperti itu. " Baik Mass aku akan tenang dengan perasaan ku, maaf aku hanya khawatir dengan Nina yang seperti itu Mass, jika nanti Nina ke tempat itu lagi lalu Nina mengalami perjalanan alam bawah sadar kembali, apa Nina tak akan apa-apa guru? maksud ku apa Nina akan baik-baik saja? oh maaf guru aku tak bisa menahan perasaan khawatir ku terhadap Nina, mungkin ini adalah balasan dari aku yang dulu nya sempat terus saja memiliki perasaan curiga kepada Nina. Dulu aku begitu curiga dengan Nina, aku takut Nina yang seperti itu justru memanfaatkan keadaan dengan tinggal di rumah kami lalu Nina memberitahukan kegiatan kami terhadap Soe, sehingga Soe bisa dengan mudah menyusun rencana untuk melakukan sebuah kejahatan kepadaku dan Misy, tapi sekarang mataku begitu di bukakan oleh Nina, dengan Nina membantu aku, dan Misy kemarin aku menjadi sangat yakin jika dalam hati Nina tersimpan perasaan baik, bukan sisi gelap yang membuat Nina akan melakukan sebuah kejahatan yang di rencanakan nya dengan Soe terhadap kami. Dan sekarang sebagai timbal balik dari perasaan ku itu, sepertinya aku menjadi sangat khawatir dan aku benar-benar sangat ingin agar Nina baik-baik saja, tak ada masalah apapun yang terjadi pada Nina guru, itu yang aku rasakan sekarang,"Mass menceritakan hal yang seperti nya menjadi sebuah masalah untuk nya sekarang, sehingga Mass merasakan sekali ke khawatiran nya terhadap Nina yang saat ini berada dalam sebuah masalah. " Aku mengerti Mass, aku mengerti dengan perasaan mu yang dulu sebelum Nina melakukan hal ini kau begitu mebjaga jarak, berfikir jika seolah-olah Nina adalah orang yang sedang menyusun strategi bersama dengan Soe, karena kau berfikir seperti itu kau jadi menjaga jarak dengan nya. Tapi Mass satu hal yang harus kau ingat, kau melakukan itu semua demi menjaga Misy, kau tak ingin jika sampai Misy terkena masalah apalagi masalah yang menyangkut dengan Soe, itu alasan mu berfikir seperti itu terhadap Nina Mass dan sekarang pun kau tidak salah memiliki pikiran seperti ini Mass, karena dengan sikap Nina yang sudah menyelamatkan mu, bahkan jika bukan Nina yang mempunyai ide untuk menyelamatkan mu seperti itu keadaan mu bisa saja lebih buruk dari sekarang ini Mass. Sekarang bilang saja jika kau berhutang nyawa kepada Nina Mass, itu yang membuat mu memiliki rasa sangat khawatir kepada Nina bahkan sampai seperti ini. Tapi Mass aku bicara padamu sekarang, percaya padaku Mass, dan percaya kepada Nina, Nina akan bisa melewati ini semua dengan ku Mass, percayakan semuanya padaku Mass aku akan dengan sangat, dengan sepenuh jiwa, dan ragaku untuk menjaga Nina Mass. Kecam kan ucapan ku itu Mass,"dengan sangat tegas Shu bicara seperti itu terhadap Mass, Shu menegaskan jika sikap Mass merasa sangat khawatir kepada Nina yang sikap yang wajar, karena Nina yang berhasil membuktikan kepada Mass jika Nina tak bermaksud melakukan kejahatan kepada Mass, dan Misy, sehingga Mass bisa memiliki perasaan yang sangat mengkhawatirkan Nina saat ini. " Terima kasih guru kau selalu bisa menjawab apa yang aku tanyakan, kau bisa tepat memberikan penjelasan kepada ku, sehingga dengan penjelasan mu itu aku bisa berfikir jernih, bukan nya memikirkan hal yang bisa membuat ku malah dibuat pusing dengan hal itu, terima kasih guru,"dengan bersyukur, Mass berterima kasih kepada Shu yang membuatnya merasa lebih baik dengan apa yang Mass pikirkan terhadap Nina saat itu. " Tentu Mass. Itulah gunanya seorang guru, bukan hanya bisa mengajari mu tentang bela diri yang aku kuasai, tapi juga bisa menjadi seseorang yang ada di saat kau membutuhkan sebuah motivasi atau orang yang bisa menjadi lawan bertukar pikiran,"Shu menjawab seperti itu kepada Mass saat itu. " Guru, Mass, ini minum yang ku janjikan kepada kalian. Oh iya Mass tadi aku melihat Misy membuat minuman ini Misy sambil memegang dadanya Mass,"ujar Nina sambil duduk, dan menyimpan minuman tersebut. " Oh ya benarkah itu? Misy kenapa? ada yang terjadi dengan mu? ada sakit yang kau rasakan Misy?"panik Mass bertanya seperti itu kepada Misy. " Apa Mass tidak tadi Nin," " Iya Mass, tadi aku lihat Misy membuat minuman tersebut sambil memegang dadanya, awal nya aku tak curiga tapi saat aku lihat lebih jelas lagi, Misy ternyata membuat minuman tersebut dengan mencampurkan perasaan yang ada di dalam dadanya spesial untuk kau Misy hahahaha,"ujar Nina yang saat itu tersenyum menggoda Misy, dan Mass, Nina dengan tertawa lepas bicara seperti itu bercanda diantara mereka semua. Saat itu mereka semua berada dalam suasana suka, bahagia karena tanpa Misy, Mass, dan Shu sangka Nina bisa bercanda bahkan membuat candaan yang seperti ini. Mereka semua saat itu saling membalas candaan yang terjadi diantara mereka saat itu dengan tertawa lepas, sampai sudah beberapa saat mereka tertawa dengan candaan mereka, Nina bicara. " Untuk semuanya aku ingin meminta maaf sekali lagi kepada kalian semua,"dengan tiba-tiba menangis Nina bicara. " Apa yang membuat mu meneteskan air mata Nina, kau kenapa? tadi kita sedang bercanda gurau, bahagia tapi kenapa sekarang kau tiba-tiba menangis seperti ini Nina, ada apa?"dengan was-was Mass bertanya seperti itu kepada Nina yang saat itu meneteskan air mata nya. " Iya Nina kau kenapa, apa ada hal yang membuat mu menangis Nina? apa itu ayo ceritakan lah Nina,"Misy ikut khawatir dengan Nina yang saat itu tiba-tiba menangis. " Tidak, aku tak apa-apa semuanya, aku hanya ingin kembali meminta maaf, lalu berterimakasih kepada kalian semua karena kalian lah aku bisa seperti sekarang ini. Misy maaf aku yang dulu sempat memiliki niat buruk kepada mu, untuk menjadi mata-mata Soe dan memberikan semua informasi yang aku dapatkan kepada Soe tentang kalian karena aku bisa berada bersama kalian. Jujur saja pertama kali aku ke rumah mu itu untuk menjadi mata-mata mu yang Soe suruh untuk aku lakukan Misy, tapi malam itu saat aku berjalan sendiri ke dapur tanpa membuka mataku, aku ingat kejadian itu Misy aku memanggil kata ' ibu ', bukan aku merekayasa, bukan aku berpura-pura seperti itu Misy, tapi dalam pikiran ku saat itu memang ada sosok ibuku Misy. Dalam pikiran ku ibuku ada menemani ku Misy, tapi tiba-tiba aku berada jauh dari ibuku yang terlihat pergi sampai aku berkata agar ibuku menunggu, suatu saat aku akan menemui ibuku, dan saat itu aku tak tahu lagi kelanjutan nya seperti apa Misy aku tak ingat apa-apa lagi. Dan untuk rumah mu, aku juga ingat Misy pertama kali aku ke rumah mu aku seperti orang yang sedang mencari sesuatu, tapi dalam hati, dan pikiran ku aku mengetahui jelas ruang-ruang yang ada dalam rumah mu Misy, tak tahu kenapa tapi ruangan di rumah mu begitu sama dengan ruangan yang aku tahu Misy, entah ruangan, atau rumah siapa yang aku tahu begitu mirip dengan rumah mu itu Misy, tapi yang jelas rumah mu begitu mirip dengan rumah yang pernah aku tinggali sehingga aku tahu sedikit nya ruang-ruang yang ada di dalam rumah mu itu Misy,"Misy pun dengan dirinya yang mencoba berhenti meneteskan air mata, bercerita seperti itu, bercerita tentang dirinya yang sepertinya merindukan seorang ibu sampai Nina memimpikan ibu nya saat itu. " Jadi saat itu kau? Nina jika itu memang tujuan mu, tapi itu dulu kan bukan sekarang Nina? kau tak akan terus hidup di saat dulu, untuk hal yang sudah terjadi biarkan lah itu semua terjadi Nina, lepaskan semua itu lalu lupakan lah Nina, hidup lah untuk kehidupan mu yang sekarang Nina jangan terus saja hidup di masa yang sudah terlewati. Jika memang benar dulu kau memiliki niat seperti itu, kami sudah memaafkan mu sekarang dan kami sudah menganggap mu seorang keluarga kan Nina, seorang keluarga tak mungkin membiarkan keluarga yang lainnya merasa sedih,"dengan lapang d**a, dan tenang Mass bicara seperti itu, Mass menunjukan kedewasaan nya dengan menjawab, se-bijaksana mungkin apa yang Nina pernah coba lakukan terhadap Mass, dan Misy. " Tak apa-apa Nina, tenangkan lah dirimu dulu. Benar yang di katakan Mass Nina, kau tak bisa terus-menerus hidup di masa lampau yang sudah tak akan bisa kau ulangi lagi, tapi kau harus melanjutkan hidup mu di masa sekarang. Memang kau tak bisa kembali ke masa lalu dan mengulangi apa yang harusnya kau lakukan, tapi Nina kau bisa mengubah pikiran orang lain tentang masa lalu mu sekarang Nina, jika di masa lalu kau adalah orang yang suka berbuat jahat, rubah lah semua itu dengan kau yang sekarang yang menjadi orang dengan pikiran yang terbuka, dengan sikap yang ingin menjadi orang yang baik Nina. Cobalah, dan lupakan apa yang dulu yang pernah kau lakukan, rubah semua itu dengan kebaikan yang akan kau perbuat di mulai hari ini Nina,"meyakinkan Nina, beserta memberikan Nina motivasi untuk kehidupan nya Misy berkata seperti itu. " Aku hanya takut jika nanti akan ada saat nya aku malah berbuat salah kembali dan membuat orang mempertanyakan atau mengadili ku atas apa yang sudah aku lakukan Mass, aku tak ingin jika aku hidup di penuhi dengan rasa bersalah, itu yang aku takut kan. Untuk Soe aku sudah sangat percaya terhadap kalian, kalian tak akan pernah membiarkan ku mengalami masalah yang begitu berat yang berkaitan dengan Soe, aku percaya, dan tak takut dengan itu tapi yang aku takutkan, bisa atau tidakkah aku yang dulu nya seorang penjahat menjadi orang yang bisa orang lain percaya dengan hidup ku yang baru, itu yang aku pikirkan sekarang,"ujar Nina yang masih menghapus tetesan air mata di wajah nya. " Tak apa-apa Nina, jangan terus saja merasa bersalah dengan kehidupan mu yang dulu, jika kau berfikir dulu kau adalah seorang penjahat tapi itu dulu Nina, dan sekarang kau orang dengan sikap yang berbeda, kau berubah Nina. Dengan sikap mu yang berubah tentu saja hidup mu layak untuk berubah juga Nina. Dan untuk Soe pikiran mu tak salah Nina, kau benar mengenai itu, kami tak akan pernah membiarkan mu memiliki masalah, apalagi masalah yang menyangkut Soe. Kami akan menjadi orang yang siap selalu ada untuk mu Nina, kita keluarga Nina semua keluarga tak akan menginginkan keluarga nya mengalami masalah, apalagi masalah serius yang menimpanya,"Mass meyakinkan Nina yang saat itu masih terus saja berfikir takut akan hal yang akan Nina alami selanjutnya, meskipun mereka sudah memiliki ikatan keluarga. " Ya benar Mass. Nina kau harus percaya sepenuhnya kepada kami Nina, jangan hanya percaya kepada kami saat ini saja, tapi kau juga harus sangat percaya dengan kami yang akan terus saja ada untuk mu, selalu ada untuk mu. Bukan dalam keadaan suka saja tapi jika dalam keadaan duka pun kita akan selalu ada bersama dengan mu Nina,"Misy ikut memberikan semangat kepada Nina, agar Nina bisa berfikir lebih jernih dan tak ada keraguan yang masih menyelimuti dirinya. " Satu hal yang ingin aku bicarakan disini Nina, kepada mu agar kau tak selalu saja merasa jika dirimu selalu saja bersalah. Aku katakan kau tak salah Nina, apa lagi sekarang kau ingin berubah Nina jelas kau tak salah Nina, yang harus kau lakukan sekarang adalah jalani hidup mu dengan keputusan yang kau ambil Nina, maka dengan sendirinya kau akan bisa melupakan masa lalu mu yang kelam, dengan itu semua kau tak akan terus merasa bersalah Nina. Jika kau masih berfikir tentang semua kesalahan mu, kau bisa menghapus dosamu, dan kesalahan mu dengan cara seperti ini Nina,"dengan berkata seperti itu Shu berharap mental, dan perasaan Nina bisa berubah dari yang tadi nya masih saja ragu menjadi yakin dengan keputusannya yang sekarang ini. " Terima kasih kalian semua, terima kasih aku sangat beruntung bertemu dengan kalian seperti ini kepadaku. Aku yang dulunya berniat jahat kepada kalian, bukannya kalian takut atau benci kepada ku tapi kalian dengan lapang d**a menerima ku. Terima kasih semuanya, aku tak akan ingin mengecewakan kalian, terimakasih,"ujar Nina yang saat itu kembali meneteskan air mata saat berkata seperti itu. Lalu saat itu kami semua menenangkan diri kami masing-masing, terutama menenangkan perasaan Nina yang saat itu masih terisak tangis. Sudah beberapa jam kami berbincang disana, berawal dari sebuah candaan yang membuat kami semua tertawa lepas, dan menjadi sebuah hal membuat Nina mengeluarkan air mata. tapi kami semua lega saat itu karena Nina yang dulunya memang sempat memiliki pikiran jahat kepada kami, tapi sekarang dengan sangat yakin memutuskan untuk memberikan tangan lalu memegang tangan kami yang mengulurkan nya kepada Nina. Dengan seperti itu Nina bisa menghapus semua ingatan tentang masa lalu nya yang buruk, dan menggantinya dengan lembaran baru yang akan di isi Nina oleh kebaikannya. Hari ini hari sudah menjelang malam kami tak merasakan waktu begitu cepat berjalan karena kami fokus dengan obrolan kami yang panjang. Tapi tak ada yang salah dengan itu justru Masa merasa jika tujuan nya yang pertama Mass pikirkan bisa terpenuhi, yaitu mencari tahu apa yang sebenarnya Nina ingin lakukan terhadap kami. Mass yang sempat berfikir tak akan membahas tentang itu menjadi tahu karena sekarang Nina yang dengan sukarela jujur mengenai hal itu, sehingga semuanya menjadi terbuka tanpa ada yang membuat Mass penasaran tentang Nina. Tapi itu hanya sebagian kecil dari rasa penasarn Mass terhadap Nina, karena dalam pikiran Mass masih banyak yang ingin Mass ketahui, atau tanyakan kepada Nina. Sampai saat itu semuanya sudah tenang tak berfikir apa-apa karena apa yang di keluhkan, dan di takutkan Nina sudah bisa kami atasi, sampai Nina kembali berkata " Semuanya, sepertinya masih banyak perasaan yang kalian simpan terhadap ku terutama kau Mass. Aku kira kau memiliki banyak pertanyaan yang membuat mu sangat penasaran dengan ku Mass, kau bisa tanyakan itu Mass, aku tak akan berfikir buruk jika kau memang memiliki kecurigaan yang besar terhadap ku, karena dulu sikapku memang begitu menimbulkan kecurigaan Mass. Kau bisa bertanya apapun yang ingin kau tahu kepada mu Mass,"ujar Nina dengan wajah yang menunduk melihat Mass, dan bertanya seperti itu. " Oh ya maaf Nina, aku sempat berfikir, dan curiga terhadap mu Nina, tapi Nina tak apa-apa kau tadi menceritakan semuanya seperti itu saja sudah sangat cukup membuat rasa penasaran ku terjawab Nina, dan sekarang aku sudah tak merasakan penasaran apalagi curiga terhadap mu Nina,"jawab Mass seperti itu. " Baiklah jika kau tak memiliki pertanyaan kembali kepada ku, aku saja yang akan kembali bicara Mass. Aku masih merasa tak enak saat pertama kau menolongku di rumah yang di jadikan tempat ku di sandera Mass, saat kau menyelamatkan ku keluar dari rumah lalu akan pergi ke jalan masuk kendaraan mu, aku dengan sangat mudah keluar dari beberapa jalan gang yang mang sedikit rumit, dan aku tak seperti kau yang mengendap-endap mengintip takut nya masih ada anak buah Soe, sehingga jika sampai mereka masih ada dan memergoki kita, itu akan menjadi masalah untuk kita. Tapi aku bisa dengan sangat mudah dan tanpa takut tentang itu karena aku tahu Mass rumah tersebut, sehingga tanpa salah memilih jalan aku bisa keluar dari gang tersebut, bahkan aku juga tahu jika di kawasan itu sudah tak ada anak buah Soe yang mengawasi karena anak buah Soe sudah bilang kepada ku jika mereka pergi, mereka bilang sengaja agar kau menyelamatkan ku dan bisa menjadikan ku mata-mata untuk mengetahui kegiatan mu Mass. Itu kejujuran yang aku sembunyikan darimu Mass, maafkan aku,"Nina menceritakan apa yang menjadi tujuan awal Nina, dan Soe saat pertama Mass menyelamatkan Nina di rumah tersebut. " Ya Nina aku ingat saat itu. Dulu aku memang merasa aneh dengan mu yang kau bilang jika kau baru pertama kali dibawa ke rumah itu, tapi dengan sangat mudah kau keluar dari kawasan rumah tersebut yang memiliki beberapa gang yang memang rumit untuk orang yang pertama kali ke sana Nina. Tapi tak apa-apa Nina tenang saja itu sudah berlalu kau tentu saja serius dengan keputusan mu untuk berubah kan Nina, berarti itu bukan apa-apa lagi, itu hanya sebuah masa lalu yang harus kau lupakan Nina,",ujar Mass yang menjawab seperti itu dengan tenang tanpa berfikir curiga jika Nina masih memiliki rencana buruk terhadap mereka. " Iya maaf kan aku Mass, aku hanya ingin jujur terhadap mu Mass, karena jika aku masih saja menyimpan rahasia kepada mu sepertinya aku tak layak untuk ada disini dan dianggap keluarga oleh kalian,"ujar Nina yang saat itu terlihat sangat tulus jujur mengatakan semuanya. " Kau tak perlu minta maaf lagi Nina, aku sudah sangat memaafkan mu dan melupakan kejadian itu, kau keluarga ku sekarang aku akan mencoba untuk selalu ada untuk mu,"ujar Mass saat itu. " Terima kasih Mass itu sangat berharga untuk ku. Dan selanjutnya sepertinya aku merasakan perasaan tak enak bukan terhadap mu saja Mass. Misy aku juga meminta maaf kepada mu, dari awal aku datang ke rumah mu, aku memang membawa sebuah ponsel tapi saat itu karena keadaan ku yang kurang sehat aku jadi tak bisa mengingat dengan sangat apa yang aku bawa, atau ada apa dalam diriku Misy. Saat itu Soe berkata agar aku menjadi mata-mata Mass, Soe menggunakan ponsel yang aku bawa untuk bisa melacak posisi ku, sehingga Soe bisa tahu dimana posisi mu dengan melacak dimana ponsel ku berada, tapi saat itu aku tak lama berada di rumah mu kan Mass, aku kira Soe tak sedang melacak posisiku berada sehingga Soe tak tahu dimana rumah mu, sampai Misy datang tak ragu untuk membawa ku ke rumah Misy saat itu. Sampai akhirnya Soe menjadi tahu rumah mu Misy, bukan rumah ku, sampai keesokan harinya ada orang yang mengacaukan rumah mu, orang itu mengira jika rumah itu adalah rumah mu Mass sehingga dia merusak semua apa yang ada di rumah itu sebagai sebuah peringatan jika kau sudah ikut campur dengan Soe. Soe bisa melacak keberadaan ku menggunakan ponsel ku yang ada di rumah Misy saat itu. Tapi untungnya saat itu Misy sedang tak ada di rumah sehingga Misy tak mengalami hal apapun yang dilakukan penjahat tersebut, maaf aku tak ingat saat itu aku pergi kemana yang pasti saat itu aku hanya seperti orang yang kehilangan arah, tak tahu kemana tujuan ku. Sampai tak tahu kenapa aku bisa ingat jalan menuju rumah mu Misy. Itu kejujuran ku yang sepertinya memang harus aku katakan juga padamu Misy, maafkan aku untuk perbuatan ku yang jahat seperti itu Misy, aku sangat menyesalinya sekarang. Maafkan aku Misy,"lalu Nina kembali bercerita, sekarang yang menjadi orang yang harus Nina ceritakan kejujuran nya adalah Misy, yang saat itu pernah menjadi korban dari kebodohan Nina juga. " Apa yang sudah kau katakan tadi tak akan merubah keputusan, atau pikiran ku yang mengulurkan tangan ku kepada mu, untuk memiliki ikatan keluarga Nina. Aku bangga dan senang melihat mu yang dengan tulus, dan jujur menceritakan semua perilaku mu yang membuat kami harus merasakan sebuah tragedi, yang di sebabkan kejahatan anak buah Soe dengan menggunakan mu sebagai alat untuk mengetahui dimana kami berada atau lebih jelasnya menjadikan mu mata-mata, tapi Nina semua itu hanya masa lalu yang kelam yang harus kita tinggalkan sekarang. Aku katakan sekarang, kau adalah keluarga ku Nina, kau adalah keluarga kami, aku tak akan menarik uluran tangan ku untuk mu gara-gara kejujuran mu ini Nina. Sekali lagi kau adalah keluarga ku Nina, mulai sekarang kita akan terus bersama untuk saling membantu, aku memaafkan mu untuk masa lalu mu yang seperti itu Nina,"dengan tersenyum memperlihatkan keyakinan nya terhadap Nina, Misy berkata seperti itu dan bicara kembali tentang keyakinan nya terhadap Nina untuk memulai hidup baru sebagai bagian dari keluarga Misy. " Sekali lagi maaf, dan terima kasih Misy. Dan yang terakhir yang aku kira ini adalah kejahatan terberat yang sudah aku lakukan. guru aku," " Sudah sepatutnya kau menyesali perbuatan mu dimasa lalu Nina, dan sekarang kau menunjukan bahkan bukan hanya menunjukan, tapi kau melakukan hal yang membuat penyesalan mu terhadap perilaku mu di masa lalu terlihat sangat nyata Nina. Kau dengan sangat menunjukan sikap mu yang menyesal telah berbuat demikian di masa lalu, dan sekarang dengan sangat tulus kau memperlihatkan penyesalan mu yang membuat kami yakin jika kau benar-benar menyesal lalu menginginkan sebuah ampunan sehingga kau berfikir untuk bertaubat, dan berubah menjadi orang yang sangat baik. Kau tak usah meminta maaf kembali Nina, kau tak perlu kembali membahas tentang masa lalu mu itu sudah cukup Nina. jika di pikir dengan logika memang aku berhak marah, sangat marah kepada mu tapi Nina kemarahan, dan dendam tak akan menyelesaikan segalanya. Jika aku dendam padamu lalu melakukan hal yang sangat buruk untuk membalas perbuatan mu di masa lalu, lalu setelah aku membalas dendam ku sekarang apa semua akan kembali? apa semua akan menjadi baik-baik saja? aku kira tidak Nina, kau yang seperti ini bukan harus mendapatkan kembali kepedihan, tapi harus mendapatkan sebuah motivasi dan kebersamaan, sehingga kau bisa berfikir lebih luas dan terus yakin dengan apa yang sudah kau putuskan Nina, sebuah keputusan yang siap, dan ingin menjadi keluarga kami sekarang. Itu lah yang paling penting sekarang Nina, bukan masa lalu mu yang menjadi seorang anak buah penjahat, bukan itu yang harus kau pikirkan sekarang, tapi yang harus lebih kau pikirkan sekarang adalah bagaimana cara untuk terus, dan terus menjadi orang yang bijaksana, sehingga kau bisa menjauhi masa lalu mu yang kelam, agar kau bisa melupakan segala sesuatu yang buruk di masa lalu mu yang kelam. Itu semua cukup Nina, aku tak marah, atau dendam padamu tapi aku bersama Mass, beserta Misy mengulurkan tangan padamu ingin bersama mu menjadi orang yang lebih baik dari hari ini bersama-sama Nina,"memotong pembicaraan Nina yang sepertinya akan kembali meminta maaf dan membahas perilaku Nina di masa lalu, Shu memberikan sebuah motivasi, pengertian, dan keyakinan agar Nina bisa berhenti di rundungi masa lalu, dan hidup sebagai orang yang belajar untuk lebih bijaksana bersama. " Guru sangat benar Nina, dengan semua apa yang kau lakukan itu sudah sangat menunjukan jika kau orang baik Nina, jika dulu kau memang punya sisi kejahatan, tapi sisi baik dari dirimu lebih lah besar Nina, sehingga sisi jahat dari dirimu kalah dengan kebaikan yang kau miliki Nina. Aku berfikir jika kau penjahat, penjahat macam apa, yang rela menyelamatkan orang lain, bahkan taruhan nya nyawa Nina, jika sampai waktu itu kau tak berfikir cepat, mungkin aku sudah tak akan ada disini bersama kalian semua Nina, kau seorang pahlawan Nina, bukan penjahat,"ujar Mass terus memberikan motivasi kepada Nina. " Iya Mass benar Nina, waktu itu saat kau berperan besar dalam rencana untuk menolong Mass, itu sudah menunjukan jika kau bukan lah seorang penjahat Nina, tapi kau seorang pahlawan, Mass begitu pun aku berhutang budi padamu Nina, bahkan bisa di bilang berhutang nyawa kepada mu. Kami ingin membalas budi kepadamu Nina jadi yakin, dan percayalah kepada ikatan yang kita buat ini Nina. Kami tak akan pernah membiarkan mu sendirian, kami akan selalu ada untuk mu Nina, bersama mu,"dengan tersenyum melihat Nina, Misy berkata seperti itu dengan keyakinan yang di milikinya. " Terima kasih untuk kalian semua, aku sudah jujur mengatakan semua yang sempat aku pendam dalam diriku, awal nya aku ragu mengatakan nya karena takut kalian tak bisa menerimanya, tapi aku lebih berfikir jika aku sampai masih saja menyembunyikan sesuatu dari kalian semua, apa lagi sesuatu itu menyangkut masalah kalian yang menganggap ku keluarga tentu aku tak layak ada di antara kalian, sehingga aku memberanikan diri menceritakan kepada kalian, dan hasil nya tak terduga seperti ini. Terima kasih, untuk kalian semua terima kasih,"ujar Nina terlihat bersedih sehingga matanya berkaca-kaca menahan sebuah air mata agar tak jatuh. Saat itu semuanya sudah Nina ceritakan, dan tak ada lagi masalah yang Nina sembunyikan kecuali tentang dirinya yang sampai saat ini masih saja suka memikirkan tentang ibu nya. Nina terus saja dibayang-bayangi oleh ibu nya yang tak tahu kenapa selalu masuk ke dalam pikiran Nina. Nina pikir saat ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan tentang ini, karena ini masalah pribadi Nina tentu saja tak salah jika Nina menyimpan ini sendirian tanpa mereka ketahui, untuk sementara ini. Tapi jika Nina membutuhkan sebuah bantuan Nina akan mencoba untuk menceritakan nya, bisa saja mereka bisa memberikan masukan kepada Nina untuk masalah ini. " Nina aku ingin bertanya satu hal, bisa kau jelaskan lagi bagaimana kau bisa dengan sangat mudah tahu, ruang-ruang yang ada di rumah Misy sampai sepertinya kau sangat tahu dengan apa yang ada di dalam rumah Misy. Lalu itu terjadi lagi disini Nina, kau begitu tahu ruang-ruang disini seperti bukan orang yang baru saja kemari, bagaimana tentang ini Nina?"dengan agak ragu Mass bertanya seperti itu. " Tentang itu, aku juga tak tahu pasti tapi Mass saat masuk ke rumah Misy, aku melihat jika rumah Misy sama dengan rumah dalam pikiran ku yang sempat aku kunjungi, atau mungkin tempati Mass. Begitu sama nya aku kira aku sampai berhalusinasi jika ibu ada di sana Mass di rumah Misy, bahkan aku sempat berjalan sendiri ke dapur kan Mass, lalu mengigau tentang ibu. Itu yang membuatku tahu detail rumah Misy seperti aku pernah tinggal di dalam nya Mass. Dan untuk tempat ini aku tak tahu kenapa aku bisa tahu ruang dalam rumah ini Mass,"jawab Nina yang saat itu seperti mengingat apa yang dulu sempat terjadi. " Jika kau berfikir seperti itu, dan sambil pikiran mu yang mengigau tentang ibu mu, apa mungkin jika dulu nya kau, ibumu, dan keluarga mu menempati rumah yang sama persis dengan rumah Misy Nina? dan untuk kejadian kemarin, setelah kau bilang akan menyiapkan minum kau pingsan tak sadarkan diri Nina, kau ingat itu? apa yang kau lihat kemarin sehingga membuat mu tak sadarkan diri Nina?"tanya Mass kembali kepada Nina yang saat itu masih terlihat seperti sedang mengingat-ingat kejadian yang saat itu Nina lakukan. " Aku, aku, aku tak," " Itu semua bisa terjadi Mass, Nina memiliki imajinasi tentang sebuah tempat yang pernah Nina alami sebelum nya. Bisa saja dalam pikiran Nina saat itu terpikir tentang tempat dimana Nina, dan ibunya pernah singgah di tempat yang berbentuk seperti itu, sehingga dengan mudah pikiran Nina dirasuki ingatan nya. Dan untuk tempat ini aku pastikan jika kau tak pernah kemari Nina karena aku melihat jika tempat ini tak seperti meninggalkan jejak sudah di masuki orang Nina. Kau mungkin berhalusinasi tapi berhalusinasi terhadap apa yang pernah kau alami sebelum nya Nina tapi aku tak tahu apa itu karena tentu saja itu hanya kau yang tahu, yang mengalaminya sendiri Nina aku tak bisa mengira-ngira, hanya kau yang bisa tahu apa yang kau alami saat itu sehingga bisa terbawa sampai sekarang Nina,"Shu memotong pembicaraan Nina yang saat itu bicara terbata-bata, lalu membicarakan hal apa yang Nina alami sehingga bisa teringat sampai saat ini. " Nina aku mengira jika itu adalah hal yang membuat mu bahagia Nina, logika nya adalah kau mengingat dengan sangat apa yang kau alami saat itu bahkan sampai sekarang, aku kira kenangan yang membuat mu bahagia adalah kenangan yang bisa kau ingat meskipun sudah sangat lama kejadian itu kau alami Nina. Tapi aku kira kau tak usah terlalu memaksakan diri untuk mengingat hal itu Nina, bukan tak boleh tapi cobalah untuk bersabar, dan ingat-ingat hal tersebut dengan tenang dan tak terburu-buru,"Misy mengatakan pendapatnya terhadap Nina yang memiliki ingatan seperti itu. " Iya mungkin kau benar Misy, aku akan mencoba dengan perlahan mengingat apa yang sempat aku alami. Aku pikir aku pasti akan bisa mengingat hal itu karena aku ingat sedikit bagian dari hal itu Misy, aku yakin aku bisa ingat tentang hal ini, aku hanya harus bersabar dalam hal ini,"Nina pun dengan yakin bicara seperti itu. Saat itu pun mereka menyudahi pembicaraan mereka, karena hari itu sudah malam, mereka sudah terlalu dibuat bingung oleh persoalan yang mereka bahas, merekapun memutuskan untuk beristirahat, dan memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan mereka lain waktu. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat malam itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD