Bab 45. Kemarahan Nadine

1244 Words

"Ouh, Nadine Sayang ... akhirnya aku bisa liat kamu buka mata," teriak Rallin ketika memasuki ruang rawat sahabatnya. Wanita yang masih mengenakan pakaian kerja itu memekik senang seraya menghambur memeluk sahabatnya, tak lupa pula dia mencium pipi kanan dan pipi kiri sang sahabat. Pancaran kebahagiaan tergambar jelas dari sorot matanya. "Biasa aja kali, kayak gak pernah liat aku buka mata aja," sahut Nadine seraya menimpuk pelan lengan sahabatnya. Rallin segera melerai pelukan sembari mengusap setitik air mata mengenang di sudut matanya. Dia lalu mendudukkan tubuh tepat di samping ranjang seraya menggenggam lembut jemari tangan sang sahabat. "Gimana keadaanmu sekarang? Udah baikan? Kalau ada yang sakit bilang sama aku." "Apa seorang wanita akan baik-baik saja setelah kehilangan rahi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD