Nada terlihat begitu antusias dan seakan-akan melupakan kekecewaannya di hari kemarin. “Dan Saya bangga sama kamu! Terima kasih atas kerja sama Kita! Karena dengan keberhasilan kamu yang lolos seleksi ini, karier saya akan diperhitungkan oleh para sponsor dan juga petinggi perusahaan yang lain.” Frans Hutama merasa begitu lega melihat senyum di wajah Nada. Frans merasa tidak tega kalau harus melihat Nada kecewa dan terluka. “Sekarang kamu masih kesal sama saya?” Frans menatap Nada dengan saksama. Nada hanya menggelengkan kepalanya. Diiringi senyuman yang perlahan semakin mengembang di wajahnya. “Masih mau tinggal di apartemen saya atau enggak?” Sekali lagi Frans menawarkan hal itu kepada Nada. ‘Sebenarnya sih pengen banget. Tapi tengsin nggak, ya? Pengen ngajak Ayah tinggal di sana. B

