Layak Sebagai Teman?

1351 Words

Feng Hui tersenyum, dia berdiri dan mengambil tangan Xue Mingyan lalu mengenggamnya erat, "Kau tidak perlu khawatir, saat kereta ini sampai di kediamanmu, maka kau juga akan tiba," ucapnya kemudian menarik Xue Mingyan pergi. Dalam sekejap mata, Xue Mingyan sudah berada di tempat lain. Dia tengah berdiri di atas bukit, yang di bawahnya terdapat taman bunga yang membentang luas. Xue Mingyan menatap takjub dengan pemandangan di depannya, senyuman terukir di bibir kecilnya. Untuk sesaat dia melupakan hal yang menjadi bebannya, tetapi kemudian kedua matanya menangis. Xue Mingyan terduduk jatuh, tangisannya pecah tak dapat dibendungnya lagi. Tiba-tiba semua ingatan yang tak pernah dia ingat itu muncul. Desiran angin membelai lembut rambut Xue Mingyan, dia tengah termenung melamun dengan pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD