Di ruangannya, Bianca segera buru-buru membereskan segala perlengkapan yang ada di atas meja. Karena memang jika diperhatikan, saat ini sudah saatnya jam untuk pulang. "Kenapa Pak Rasya tiba-tiba nyuruh aku datang ke ruangannya ya? Apa mungkin, masih ada berkas yang perlu dicek atau ada hal yang lain,' pikir Bianca sambil tersenyum. Ia membayangkan apa dirinya bisa sedikit melakukan kenakalan dengan Rasha saat bertemu nanti. "Jadi, gemes!" Memastikan semua pekerjaan selesai sambil menenteng tasnya yang bermerek terkenal, Bianca pun akhirnya berjalan menuju ruangan kerja Rasya. Tanpa mengetuk, dia langsung masuk dan mendapati ruangan itu begitu terlihat berantakan. "Apa yang terjadi pak Rasya? Kenapa semuanya jadi seperti ini?" tanya Bianca. Rasha masih merasa pusing. Ia berusaha sadar

