*** "Ajak Sienna makan siang, bisa kali ya? Mumpung belum jam dua belas." Setelah sebelumnya melirik arloji di tangan kiri, sebuah ide Galanio lontarkan sambil mengukir senyuman di bibir. Sudah pukul setengah dua belas, dirinya tidak ke mana-mana, karena dua klien yang harus ditemui memiliki jadwal meeting menjelang sore. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk mendekati Sienna, Galanio lekas mengambil ponselnya lalu setelah itu menelepon sang mantan istri. Menunggu sedikit lama, panggilannya dijawab. "Halo, Gal." Disambut suara Sienna disertai gemuruh angin, Galanio mengernyit. "Na, kamu di mana? Kok kaya ada angin gitu?" "Aku di jalan, Gal, mau pulang ke apartemen," ucap Sienna—masih disertai gemuruh angin. "Ini kaya gini karena aku naik ojeg online, biar cepat." "Ke

