Bagian 229

1966 Words

*** "Papa kamu ke mana, Gianna?" Barusaja menginjakan kaki di tangga, Gianna ditodong pertanyaan tersebut—membuatnya sigap menoleh ke asal suara. Mendapati Arumi di ambang pintu, dia buka suara dengan melontarkan jawaban yang sebenar-benarnya. "Pergi ke Tangerang, Ma. Mau nemuin Gala katanya, mau minta maaf." Tak bisa dilarang, Raffasya ngotot pergi ke Tangerang hampir setengah jam lalu. Khawatir meskipun masih sedikit marah pada Papanya itu, Gianna sempat menawarkan diri untuk menemani. Namun, Raffasya menolak dengan halus. Tidak menyerah di situ, Gianna sempat menawarkan Naren untuk menemani sang papa, tapi lagi-lagi usulannya ditolak sehingga tanpa sopir atau yang lainnya, Raffasya pergi dan mengemudikan mobilnya sendiri. "Serius?" tanya Arumi, nampak terkejut. "Iya, Ma. Serius,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD