Bagian 244

2555 Words

*** Pukul setengah delapan malam, Naren tiba di sebuah kafe untuk bertemu dengan Raffasya. Belum diberitahu tentang apa yang ingin dibicarakan sang calon mertua, sampai detik ini Naren masih bertanya-tanya. Namun, feelingnya berkata jika pembahasan Raffasya berkaitan dengan dirinya yang akan dimutasi ke Surabaya oleh Oscar, selaku direktur rumah sakit. Meskipun penasaran setengah mati, Naren tak bertanya apa-apa padaa Gianna. Menghubungi perempuan itu untuk meminta izin, Naren mendapat dukungan lalu embel-embel obrolan bersama Raffasya yang katanya akan menyenangkan. "Selamat malam, Om, maaf sedikit terlambat," sapa Naren, setibanya di depan Raffasya yang menempati sebuah meja. "Kamu enggak telat, orang Om enggak nentuin jam kita ketemu kok," ucap Raffasya, seperti biasa ramah. "Lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD