*** "Salah enggak ya keputusan yang aku ambil? Hatiku mendadak enggak enak." Duduk di tepi kasur, pertanyaan tersebut Sienna lontarkan untuk dirinya sendiri. Sarapan selesai, dia memutuskan untuk kembali ke kamar dengan tujuan membersihkan badan. Namun, alih-alih pergi ke kamar mandi, Sienna justru merenung dengan pikiran juga perasaan yang mendadak tidak enak. Terbayang lagi obrolannya dengan Gilang, Sienna bingung karena setelah waktu berlalu, dia merasa tidak tepat mengambil keputusan. "Mas Gilang lakuin ini demi kebaikan aku, tapi enggak tahu kenapa aku ngerasa terlalu jahat. Duh." Sienna mendesah pelan. Semakin tidak nyaman, itulah perasaannya sekarang, hingga suara ketukan dari pintu kamar membuat atensi dia beralih. "Sienna?" "Ya Bunda?" tanya Sienna, setelah panggilan dari A

