*** "Duh, belum ada teman buat datang ke acara tunangan Syakilla sabtu nanti." Sambil bersandar pada kursi yang sejak tadi diduduki, keluhan tersebut keluar dari mulut Gianna di tengah kegiatannya bekerja. Hampir tengah hari, dia beristirahat dulu sejenak, dan karena pikirannya kosong dari pekerjaan, ingatan tentang undangan sabtu malam nanti melintas di benak. Sudah berbaikan dengan Syakilla, Gianna yang juga diundang di acara perempuan itu, berniat untuk datang seperti sang kakak. Namun, hingga rabu tiba, Gianna belum mendapat teman yang bisa menemaninya di acara nanti. "Gala sama siapa ya?" tanya Gianna. "Sama Sienna atau sendiri?" Tidak mau larut dalam penasaran, Gianna mengambil gagang telepon di atas meja lalu menghubungi Galanio. Tidak ke nomor pribadi, dia menelepon kakaknya

