*** "Ini Gala jadi, kan, kirimin aku kerak telor? Lama banget." Lagi, Sienna kembali mengeluh setelah Galanio yang satu jam lalu dia pesani kerak telor, tidak kunjung memberikannya kabar. Tidak hanya kabar yang tak Sienna dapatkan, kiriman kerak telor pun sampai detik ini belum tiba di rumahnya, sehingga dia yang biasanya penyabar pun mulai merasa kesal. Tidak terus di kamar, Sienna bahkan sudah berpindah tempat ke ruang tengah di lantai bawah, karena memang keinginannya untuk menyantap kerak telor, sangatlah besar. "Tahu gitu aku bikin sendiri deh tadi," keluh Sienna lagi. "Meskipun enggak kaya buatan yang jual, setidaknya mirip terus bikinnya cepat." Sienna menghela napas kasar. Bersandar pada sofa, atensinya kembali tertuju pada layar tv yang menampilkan sebuah film. Tidak ditemani

