*** "Na ...." Dengan kedua mata yang digenangi cairan bening, panggilan tersebut Gilang lontarkan pada sang adik yang saat ini tengah larut dalam kesedihan. Menyaksikan lagi kehancuran Sienna, hati Gilang kembali merasakan sakit yang begitu dalam. Tidak tega pada sang adik yang harus merasakan kepedihan untuk yang kedua kalinya, ingin sekali dia menghibur. Namun, entah dengan kalimat apa dia menghibur sang adik, Gilang sendiri bingung, karena kehilangan buah hati jelas bukan sesuatu yang bisa diredakan dengan mudah. "Aku ibu yang gagal, Mas, aku ibu yang enggak becus," ucap Sienna dengan suara yang lirih. Terbangun beberapa menit lalu, Sienna langsung bertanya tentang kondisi bayi di kandungannya. Tidak mau memberi harapan palsu dengan berbohong, Gilang memberikan jawaban jujur—mem

