Bagian 204

2256 Words

*** Pukul sepuluh pagi, Naren memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Tidak sendiri, dia ditemani Gianna yang dengan senang hati mengemudikan mobilnya. Diterima dengan baik di keluarga teman lamanya itu, kepulangan Naren diantar oleh Arumi dan Raffasya sampai ke teras. Tidak ada yang bersikap sinis, semuanya begitu baik—bahkan ketika Naren berpamitan pada Raffasya, sebuah ucapan diterimanya. "Gas aja terus ya, Om nunggu kabar baiknya dari kamu." Naren tersenyum. "Doakan saja ya, Om, " ucapnya. "Doa Om selalu menyertai kamu," kata Raffasya, sambil tersenyum. "Cuman jangan berani bikin Gia nangis ya, karena sekali aja Om lihat dia nangis karena kamu, Om bakalan coret nama kamu. Paham?" "Paham, Om." "Good," puji Raffasya. "Om yakin kamu enggak akan seperti dua laki-laki yang sebelumny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD