Bagian 88

1064 Words

*** "Yang lain udah kerja lagi, ini masih mojok di kantin. Pimpinan macam apa tuh?" Galanio yang semula fokus pada makanan, menoleh sinis setelah ucapan tersebut tiba-tiba didengarnya. Mendapati Gianna di tempat pengambilan air minum, dia memilih tidak menimpali, hingga tidak berselang lama—tanpa diminta, sang adik menghampiri. "Udah dapat kabar terbaru dari Mama?" tanya Gianna, sambil menarik kursi di depan Galanio. "Udah," jawab Galanio singkat. Meskipun sang adik sudah membantunya, rasa sebal yang dia rasakan tidak hilang begitu saja, karena sikap Gianna yang menurutnya menyebalkan. "Apa kata Mama?" tanya Gianna. "Enggak dimatiin, kan, teleponnya ke Sienna?" "Sienna enggak segitunya," ucap Galanio. "Dia punya sopan santun." "Ya kan kali aja," ucap Gianna. "Saking bencinya sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD