Bagian 163

2055 Words

*** Setelah sempat salah paham, Galanio akhirnya bertemu dengan Luthfiana Annisa—gadis dua puluh delapan tahun, yang sempat dia duga sebagai laki-laki sekaligus calon gebetan Sienna. Tidak terlalu banyak mengobrol dengan Luthfi, Galanio hanya berbasa-basi singkat demi menjaga perasaan Sienna, karena meskipun sudah tidak penuh, dia yakin kadar cinta perempuan itu untuknya masih ada. "Selamat makan ya, semuanya. Makan yang banyak dan jangan sungkan buat ngambil apa pun," ucap Arunima. "Masakan Mbak Anggika dijamin enak. Jadi jangan ragu." Tidak di dapur karena kursi makan yang hanya tersedia empat buah saja, kini semuanya berkumpul di ruang tengah dan duduk di atas karpet. Tidak hanya orang dewasa, di sana ada pula Cantika—keponakan Sienna yang ikut berkumpul bersama yang lainnya. "Mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD