*** "Bicara baik-baik tanpa harus menyudutkan Gala, sesusah itu, Mas?" Baru kembali ke kamar, setelah sebelumnya menghubungi Galanio di balkon. Raffasya langsung mendapat todongan tersebut dari Arumi di ujung kasur. Entah kapan sang istri kembali, dia tidak tahu, karena ketika dirinya berpamitan untuk menelepon sang putra, Arumi masih bersama Gianna di lantai bawah. Selalu diomeli setiap kali meninggikan suara saat berbicara dengan kedua anaknya, Raffasya mendadak degdegan karena jika Arumi mendengar pertengkarannya dengan Galanio, perempuan itu pasti marah dan tidak suka. "Maksud kamu apa?" tanya Raffasya—berpura-pura tidak mengerti. "Maksud kamu apa?" tanya Arumi, mengulang pertanyaan Raffasya sambil mencebikkan bibir. "Enggak usah pura-pura polos, Mas. Aku dengar pas kamu bentak G

