Bagian 255

2743 Words

*** "Kamu di sini ternyata. Papa pikir cari anginnya di coffeshop atau tempat enak lainnya. Ternyata enggak jauh." Gianna yang sempat hanyut dalam lamunan, menoleh setelah ucapan tersebut didapatkannya dari Raffasya yang tiba-tiba saja keluar dari kamar rawat. Mengukir senyum tipis sebagai respon, dia tidak menimpali sementara sang papa mengambil posisi di sampingnya—membuat dia akhirnya bertanya, "Gimana Sienna, Pa? Udah bangun?" "Belum," jawab Raffasya. "Kayanya dia tidur. Jadi agak lama. Enggak apa-apalah, kasihan. Habis nangis, Sienna pasti jatuh." "Gala gimana?" "Tidur dia di bed khusus penjenguk," jawab Raffasya. "Semalam kan enggak terlalu nyenyak karena beberapa kali bangun buat pastiin kondisinya Sienna. Jadi sekarang ngantuk. Mama juga tidur di sofa. Pada tidur semuanya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD