Bagian 149

1710 Words

*** Memiliki niat bertemu Sienna di pukul setengah satu siang, Galanio terpaksa menahan kesabaran setelah salah satu klien di perusahaannya, tiba-tiba datang untuk membicarakan kerjasama. Tidak mungkin mengusir klien tersebut, Galanio mau tidak mau harus menunda kepergiannya ke apartemen sang mantan. Tidak mau membuat Sienna menunggu tanpa kabar, Galanio menyempatkan diri untuk mengirim chat sebelum meeting, dan sang mantan istri memaklumi keterlambatannya. "Oke, terima kasih untuk waktunya ya, Pak. Maaf kalau saya ajak ketemu mendadak. Urusan besok benar-benar enggak bisa diundur atau dimajukan soalnya." Memulai meeting pukul dua belas lebih lima menit, klien Galanio akhirnya berpamitan sekitar pukul satu siang. "Iya, tidak apa-apa, Pak. Saya paham." Tidak lama mengobrol santai, san

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD