*** Jika mantan istri Galanio bukan Sienna, pria itu mungkin sudah diusir setelah nekad menunggu di depan unit. Namun, karena ini Sienna, Galanio justru dipersilakan masuk—bahkan disuguhi segelas oranye jus juga sepiring kue. "Silakan diminum, Mas," ucap Mbak Retno, sambil tersenyum tipis. "Terima kasih, Bi, seharusnya enggak perlu repot-repot. Saya enggak lama," jawab Galanio, yang saat ini duduk di salah satu sofa. "Tidak apa-apa," jawab Mbak Retno. Beralih pada Sienna, dia berkata, "Non, Mbak beresin belanjaan ya di dapur. Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu, panggil aja." "Oke, Mbak. Makasih ya." "Sama-sama." Meskipun sedikit khawatir, Mbak Retno pada akhirnya meninggalkan ruang tengah. Sempat mengintip dari balik tembok dapur, dia memutuskan untuk memulai pekerjaannya setela

