*** Pagi ini Sienna terbangun dengan kondisi yang cukup baik. Belum diizinkan turun dari kasur, dia mencuci mukanya di bed sebelum kemudian menikmati sarapan. Bukan lagi makanan dari luar, Sienna sudah mendapat jatah makan dari rumah sakit. Bebas memilih apa pun yang dia mau, sarapannya kali ini adalah bubur ayam juga pie s**u dan buah potong. "Mbak senang deh lihat Non Sienna makannya banyak. Terus kaya gini ya, Non. Mbak siap masakin apa pun yang Non mau." "Pagi ini enggak tahu kenapa aku rasanya lapar banget, Mbak. Jadi lahap," ucap Sienna. "Mbak habis ini sarapan juga ya. Aku enggak mau gara-gara nungguin aku, Mbak kurang makan atau enggak enak badan." "Iya, Non, habis ini Mbak cari makan—" Tidak selesai Mbak Retno bicara, ponsel Sienna di atas meja nakas lebih dulu berdering—me

