Bagian 211

2588 Words

* Setelah diberitahu tentang kondisi Danendra, Galanio dan yang lainnya bergegas menuju kediaman pria itu. Pergi dengan mobil masing-masing, Gianna dan Galanio sama-sama duduk di kursi penumpang. Bukan tanpa alasan, keduanya tidak mengemudi karena dengan kondisi hati yang tidak baik, mengendalikan setir jelas bukan tindakan yang tepat. "Opa, pasti baik-baik aja. Kamu jangan sedih," ucap Sienna, di tengah kegiatannya mengemudi. Tidak hanya menenangkan lewat ucapan, dia juga mengusap bahu Galanio. Tidak ada pecicilan seperti biasanya, pria itu sejak tadi hanya diam dengan pikiran yang dipenuhi hal-hal buruk. Meskipun usia Danendra sudah senja, Galanio belum siap kehilangan kakeknya itu, karena jika Danendra tidak ada, dia tak punya tempat untuk mengadu. Galanio hanya berani berkeluh ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD