Bagian 192

1943 Words

*** "Ah, apa aku telepon Kak Wirga aja ya buat pastiin? Meskipun nyebelin, ucapan Galanio tadi bikin aku kepikiran." Berucap sambil memilah bunga di bagian belakang toko, itulah Sienna setelah sejak tadi sibuk dengan pikirannya sendiri. Tidak tenang usai mengusir Galanio pergi, Sienna terus memikirkan praduga pria itu tentang Wirga. Sempat percaya seratus persen pada sang kakak kelas yang permintaan tolongnya dia kabulkan, Sienna mendadak ragu. Khawatir kecurigaan Galanio benar, itulah yang paling mengganggu pikirannya, karena perkataan pria itu tentang dia dan Wirga yang baru mengenal dan belum mengetahui satu sama lain, tidaklah salah. "Tapi kalau aku telepon, kira-kira bakalan ganggu enggak ya?" tanya Sienna. "Kak Wirga pasti masih di jalan dan lagi nyetir." Setelah sibuk memikirk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD