*** Waktu istirahat tiba, Gianna antusias menemui Galanio di ruangan kerjanya. Ingin tahu hasil dari misi yang dilakukan sang kakak, dia berharap banyak Galanio berhasil membujuk Naren, agar bersedia menemaninya ke pesta Sadam dan Kanina. Sedikit egois, Gianna memaklumi sikapnya kali ini, karena di acara Sadam nanti dia benar-benar tidak bisa jika tidak bersama Naren. "Gala .... Masih sibuk enggak?" Tanpa mengetuk pintu, Gianna langsung membukanya lalu menyembulkan kepala—membuat Galanio yang semula fokus pada layar komputer, beralih ke arahnya. "Sibuk banget. Udah sana balik lagi." Gianna memicingkan mata. Alih-alih pergi seperti yang diperintahkan, dia justru masuk lalu menutup rapat pintu ruang kerja sang kakak. Duduk di sofa yang tersedia, Gianna kembali bicara. "Udahan kali ke

