*** "Mas Galanya enggak mau dibangunin, Non? Dia mungkin harus ke kantor." Sienna yang tengah menikmati sarapan, menoleh, setelah pertanyaan tersebut dilontarkan Mbak Retno dari samping hospital bed. Pukul delapan pagi, Galanio belum terbangun dari tidur meringkuknya di salah satu sofa. Tidak dibangunkan, pria itu sejak tadi dibiarkan karena untuk sekadar membuat Galanio terbangun dari lelapnya, entah kenapa Sienna merasa tidak tega. Melihat wajah polos sang mantan suami ketika terlelap, Sienna bisa melihat gurat lelah pada Galanio, sehingga keputusan untuk membiarkan pria itu tetap tidur, diambil olehnya. "Enggak tahu, Mbak," jawab Sienna. "Jujur aku enggak tega banguninnya. Gala kelihatan capek." "Iya sih," ucap Mbak Retno, setuju. "Orang kan biasanya kalau tidur di sofa suka engga

