*** Pukul satu siang, Gianna mendapat tugas menjaga Raffasya. Duduk di samping hospital bed tempat sang papa berbaring, yang dia lakukan semenjak menunggui sang papa adalah; memandang wajah pucat cinta pertamanya itu dengan perasaan khawatir. Meskipun Raffasya sudah stabil, Gianna tidak bisa sepenuhnya tenang sebelum sang papa membuka mata karena di kondisi yang sekarang, dia pikir masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi entah itu baik mau pun sebaliknya. "Ayo bangun, Pa. Jangan lama-lama tidurnya," ucap Gianna tanpa beralih dari sang papa. "Aku mau minta maaf." Tanpa ragu melontarkan nazar, Gianna berjanji untuk memaafkam semua rasa kesalnya jika Raffasya bangun dalam waktu cepat. Tidak hanya itu, dia juga akan meminta maaf karena sudah mengomeli sang papa semalam. Meski kecelakaa

