Bagian 131

1068 Words

*** Diberitahu tentang Gianna yang mengalami kecelakaan, Galanio panik bukan kepalang. Tancap gas dari tempat mobilnya berhenti, pikiran dia kemana-mana bahkan prasangka buruk pun ikut menghampiri. Takut sekali terjadi sesuatu pada sang saudara kembar, Galanio tidak kuasa menahan air matanya di sela kegiatan mengemudi, karena jika Gianna kenapa-kenapa, dirinya akan merasa sangat bersalah. "Semoga luka Gianna enggak parah, Ya Tuhan," desah Galanio dengan suara yang tercekat. "Dia emang kadang nyebelin, tapi demi apa pun aku enggak akan pernah siap kehilangan dia." Tidak melulu lancar, perjalanan Galanio menuju rumah sakit beberapa kali terhambat kemacetan. Ingin mengamuk dan memaki orang-orang di sekitarnya, itulah yang dia rasakan. Namun, Galanio menekan keinginanya tersebut karena t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD