“Please, maafkan kami dan bantu kami keluar dari sini,” ujar Melia mengiba. “Jack, kembalikan batu permata yang tadi kamu ambil dari Mike,” pintanya sembari menatap Jack dengan tatapan dalam. Jack masih setengah tidak rela mengembalikan batu permata ruby yang sudah mereka rebut. Ia dan Melia sudah membuang waktu selama hampir satu minggu untuk bersandiwara menjadi Gabriel dan Jasmine di Hotel ini untuk menipu Beni. Bersusah payah mencari tahu di mana harta warisan dari Damian Salvatore. Yang ternyata tidak bersisa. Tidak seperti apa yang diharapkannya. Setidaknya batu permata rubby yang kini ada di saku celananya, membuat hatinya tidak terlalu kecewa. Batu permata rubby ini adalah benda satu-satunya yang harus menjadi miliknya dan Melia, batinnya. “Jack, kembalikan batu permatanya,”

