Harusnya Melia berdiri dan berlari saat Jasmine memamerkan pisau tajam yang dipegangnya. Tapi karena terlalu panik dan ketakutan setengah mati, kedua kaki Melia tidak bisa bergerak. Jasmine mulai mengangkat kedua tangannya dan mengayunkan pisau ke arah Melia. “Aaaaa!!” Melia berteriak lagi. Jack yang berada jauh dari tempat Melia akan diserang hanya mendengar suaranya. Ia semakin panik. “Mel! Melisa!” teriak Jack sembari melangkah cepat kembali ke tempat semula. Namun sepasang kakinya berhenti di antara jalan bercabang yang mengarah ke dua lorong gelap. “Tadi kita lewat mana ya?” tanyanya pada Alice yang berada di belakang punggungnya. Alice yang berlari menyusul Jack mengatur nafasnya terengah-engah. “Jack ... Kamu tidak ingat ke mana tadi melewati jalan?” Jack menggeleng. “Aku s

