Hari demi hari kulalui,tak terasa liburan satu bulan telah selesai.saya pun pamit pada temanku juga pemilik rumah.karena saatnya saya harus pulang.karena besok saya mau sekolah.tuan rumah mengatakan,kamu sekolah ya nak.kok mau ikut panen.saya cuma menyampaikan.hanya ikut meramaikan saja pak daripada saya tinggal dirumah,mending saya cari kegiatan bermanfaat sampai liburan sekolah selesai.dia hanya geleng-geleng kepala tanpa menjawab lagi.lalu istri tuan rumah memanggilku,karena mau memberiku upah,selama sebulan dalam memanen padinya.istrinya begitu baik sekali memberiku upah yang lebih.mungkin ia kasihan melihatku.seorang anak sekolahan pergi kerja serabutan.tapi saya dengan senang hati menerimanya.diapun menyuruh orang untuk mengantarku pulang ke kampung halamanku.
Tidak terasa waktu dua jam lebih akhirnya saya sampai dirumahku.leganya perasaan ini.dengan cepat-cepat saya turun dari mobil masuk kerumah dan menghampiri mama dan papaku.yang daritadi menunggu kepulangan ku.beda dengan saudaraku yang hanya menunggu hasil jerih payahku.ya Allah begitu kah dia cara memperlakukanku tidak ada perubahan sama sekali.justru semakin menjadi-jadi.hidupku sudah susah ditambah susah lagi.dan mirisnya tidak mau tahu.kupasrahkan saja sama yang maha kuasa.mungkin ini takdirku,karena setiap manusia punya takdir masing-masing.kita manusia hanya mampu menerima dengan apa yang sudah di gariskan oleh Allah SWT.intinya hanya berusaha dan berdoa.
Keesokan harinya saya siap-siap mau berangkat sekolah.setiap pagi kalau ada uang sopir mobil menunggu depan rumah.dengan hati yang senang saya naik mobil angkutan umum sampai sekolah.pas tiba di sekolah teman-temanku menyambutku dengan riang dan gembira.doa bertanya padaku.kamu liburan dimana say.saya menjawab di sawah.dia tanya lagi,saya serius say.begitupun sebaliknya.yang benar saja,kujawab iya.untuk mendapatkan uang tidak semudah dengan kalian.dia pun memelukku dengan erat sambil minta maaf,lalu kuelus pundaknya tidak usah minta maaf say,itulah kehidupanku sangatlah berat.
Tak terasa lonceng sekolah bunyi,tandanya semuanya masuk kelas untuk memulai pelajaran.kebetulan selama ini saya masuk duduk di kelas,tidak memperhatikan duduk di sebelahku.maksudnya kan laki dengan perempuan beda tempat duduk.cuma beda jarak berapa meter saja.
Ya saya kagetlah pas balik kekanan langsung berhadapan dengan laki-laki.temanku sampai terpingkal-pingkal ketawa.ia mengataiku kayak tidak pernah ketemu lawan jenis aja.ia emang pada dasarnya begitu,toh dirumah cuma bapak dan saudara laki-lakiku.mereka semakin ribut,suara semua siswa sampai menggelegar.akibat ulahku sendiri yang begitu polos di hadapan teman-teman lain.sampai akhirnya guru pun masuk kelas mereka yang masih mode ribut ditegur sama ibu guru.sampai mereka semua diam.untung gurunya tidak banyak tanya.kalau ditanya mampuslah saya kan inti dari keributan itu.