Waktu begitu cepat berlalu.sampai pada akhirnya saya pun tamat SMP.kehidupanku belum ada perubahan sama sekali.karena semakin hari tuntutan saudaraku terhadap kedua orangtuaku semakin banyak.padahal harta sama sekali sudah tidak ada yang tertinggal.semuanya sudah di gadaikan.namun saudaraku tidak ada yang mau mengerti.semakin hari semakin menjadi-jadi.
Saya berfikir bagaimana saya mau lanjut sekolah ke SMA sementara orangtuaku kurang mampu.sementara semua kakakku hanya dua 1 orang yang berpihak kepadaku.tapi saya tidak mau juga tidak sekolah.dengan modal nekat saya pergi ambil formulir tanpa sepengetahuan mereka semuanya hanya Allah SWT,tempat memohon pertolongan,karena saya mau sekali sekolah bagaimanapun caranya.
Aku sangat bingung mengingat semua saudara laki-laki ku tidak mendukung sama sekali buat itu.tapi saya cuma pasrah semoga Allah SWT memudahkan jalanku.karena saya tak punya sandaran penuh selain Allah SWT.tak terasa sudah seminggu Sudah penyetoran formulir.akhirnya saya lulus tanpa adanya pembayaran.saya begtu senang namun di sisi lain pasti saudara laki-lakiku mengamuk.
tapi biarlah selama jalanku ada di jalan yang benar maka Allah SWT,akan memudahkan urusanku.dengan tekad yang kuat saya beranikan diri untuk memberi tahu semuanya.dengan bantuan kakak pertamaku makanya semua tiba-tiba mengizinkan ku sekolah.walau dengan muka sangar mereka,tapi Alhamdulillah semuanya teratasi.
Hidupku terasa tenteram dan damai mendapat persetujuan mereka semuanya.tak terasa malam pun tiba.dan saya di kagetkan dengan suara-suara yang begitu keras.sampai saya keluar orangtuaku dianiaya oleh kakak laki-laki ku.semua masalah karena ku katanya.betapa malangnya saya dan orangtuaku jadi bahan pelampiasan.sampai saya juga ikut di pukulin.Ya Allah begitu berat beban yang kualami.tidak orang satupun yang bisa menolong kami saat itu.selain saya menangis sebagai tumpuan.