Tepat ketika malam mulai menurunkan tirainya dan lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu di sudut-sudut Muara Angke, sebuah tim intel dari kelompok lain di bawah naungan korporasi Manggala Corp bersiap menjalankan misi mereka. Tidak berbeda dari tim yang dikirim ke Makassar, misi kali ini pun berlandaskan pada satu tujuan besar: mengungkap praktik ilegal dan eksploitasi manusia yang dilakukan di balik kedok kemewahan dan bisnis hiburan malam. Tim ini terdiri dari lima orang intel berpengalaman—tiga laki-laki dan dua perempuan—yang masing-masing telah dilatih untuk menyamar, mengobservasi secara diam-diam, serta menggali informasi dari sumber-sumber yang tak biasa. Mereka mengenakan pakaian malam yang kasual namun rapi, seolah hanya menjadi bagian dari tamu-tamu elit yang hendak mengh

